Bupati Bilang Tidak Intervensi Proyek, Laporkan Jika Ada yang Catut Nama
DPA secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, didampingi Sekda Mimika, Abraham Kateyau, foto: Martha/Papua60detik
DPA secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, didampingi Sekda Mimika, Abraham Kateyau, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Bupati Mimika, Johannes Rettob ingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera memulai program usai menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026.

DPA secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, didampingi Sekda Mimika, Abraham Kateyau kepada perwakilan OPD di Kantor BPKAD, Rabu (25/02/2026). 

John Rettob menegaskan, DPA tidak ada hubungannya dengan pergantian pejabat. Program tetap wajib berjalan meskipun terjadi rotasi pejabat.

"Pejabat diganti program tetap jalan. Ini prinsip. Tapi saya lihat bapak ibu menanti-menanti, saya ini masih dipakai kah tidak? Tidak apa-apa, jalan. Ini kan pemerintah, bukan pribadi. Jadi kita serahkan DPA itu untuk kita jalan. Jangan sampai kalian lambat jalan," tegasnya. 

Ia minta OPD segera melapor jika ada pihak yang mencoba mengintervensi pekerjaan dengan mengatasnamakan bupati atau wakil bupati.

"Apabila ada orang, siapapun yang datang kepada kalian dan mengaku saya orangnya bupati, orangnya wakil bupati, ini tidak boleh. Klarifikasi kepada kami, jangan ada orang bawa nama kami untuk mengatakan proyek. Saya dan wakil tidak intervensi proyek," pungkasnya. (Martha)