Cegah Konflik, Pemerintah Arahkan Jenazah Korban di Kwamki Narama Dimakamkan
Papua60detik - Pemerintah mengarahkan jenazah korban pembunuhan, Junius Magai atau Junius Yanampa dimakamkan secara layak, tidak dibakar guna meredam potensi konflik di Kwamki Narama.
Keputusan ini disampaikan Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, usai pertemuan bersama Kapolres Mimika AKBP Billy di Distrik Kwamki Narama, Rabu (1/4/2026).
Ia menekankan, berdasarkan arahan Gubernur dan Kapolda Papua Tengah, jenazah yang telah tiga hari berada di rumah sakit harus segera dimakamkan secara layak.
Nenu mengklaim, pihak keluarga korban yang berada di rumah sakit telah menyepakati proses pemakaman. Saat ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan fokus mengawal keputusan tersebut agar berjalan lancar tanpa gangguan.
Untuk mencegah gesekan, pendekatan persuasif terus dilakukan kepada kelompok masyarakat yang masih menginginkan prosesi pembakaran jenazah.
“Kami akan pisahkan kelompok yang setuju pemakaman dan yang menolak. Jika ada yang memaksa, akan diambil langkah tegas,” ancam Nenu.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi konflik lanjutan. Siapa pun yang mencoba memprovokasi atau mengajak pada aksi kekerasan akan diproses sesuai hukum.
Kapolres Mimika AKBP Biliyandha Hildario Budiman menegaskan aparat siap dalam mengamankan jalannya pemakaman. Ia memastikan stabilitas keamanan menjadi prioritas utama.
“Siapa pun yang tidak patuh akan kami proses. Kami tidak ingin ada korban lagi. Situasi harus tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah dan aparat keamanan terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pemakaman sekaligus memastikan wilayah Kwamki Narama tetap terkendali dan bebas dari potensi konflik lanjutan. (Eka)