Curah Hujan Tinggi di Timika Bisa Jadi Peluang Asal Inovatif
Koordinator Pokja Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, Koko Wijanarko, foto: Martha/Papua60detik
Koordinator Pokja Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, Koko Wijanarko, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Kabupaten Mimika mendapat julukan sebagai kota hujan karena intensitas hujannya tinggi dan lebih sering terjadi dibanding musim kemarau. 

Namun, sebaliknya permasalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Mimika, justru bukan hanya banjir yang disebabkan hujan melainkan juga kekurangan air bersih. 

Menanggapi hal tersebut, Koko Wicaksono dari Koordinator Pokja Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim, Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, mengatakan bahwa curah hujan tinggi bisa jadi peluang apabila bisa beradaptasi dan berinovasi.

Namun, adaptasi tersebut perlu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Misalnya, membuat waduk, penampungan air, penyaringan dan mengolahnya jadi air bersih. Mengolah air hujan menjadi air bersih, pemerintah setempat memerlukan teknologi ramah lingkungan, seperti memanfaatkan panel surya sebagai sumber energinya.

"Ketika curah hujan tinggi, jangan dianggap sebagai bencana, tetapi mencari peluang apakah bisa dimanfaatkan? Misalnya membuat waduk, membuat penampungan. Jadi tidak mesti semuanya harus bor," kata Koko saat diwawancarai, Rabu (09/07/2025). 

Koko menjelaskan, bukan hanya air hujan, bahkan daerah pesisir seperti Atuka bisa mengolah air laut menjadi air bersih dengan melakukan desalinasi atau menghilangkan kandungan garam.

"Sebenarnya semua tergantung pandangan kita terhadap perubahan iklim. Misalnya, saat musim hujan, bisa memberi peluang dari sisi ekonomi, misalnya menjadi jasa ojek payung," terangnya. (Martha)