Damatus Mawiyuta, dari Atuka Jualan Sapu Lidi di Kota Timika
Papua60detik - "Sapu... sapu... sapu..." teriak seorang laki-laki tua. Keringatnya bercucuran di bawah panas matari. Meski sudah lanjut usia, ia tetap tampak tegar. Dia adalah Damatus Mawiyuta, asalnya dari Kampung Atuka Distrik Mimika Tengah.
Dia terus saja menawarkan sapu lidi yang dibawanya dari Atuka.
Damatus bersama istrinya dari Atuka tiba di Pelabuhan Pomako, Jumat (1/3/2024). sekitar pukul 07.00 WIT. Tujuannya satu, menjual habis sapu yang mereka bawa dari kampungnya.
Tiba di pelabuhan, ongkos angkot ke Kota Timika jadi soal. Uang di saku mereka hanya cukup buat seorang ke kota. Keputusan cepat diambil, Damatus ke Kota Timika, istrinya menunggu di Pomako.
"Tadi pagi bapa baru datang, jam 7 di Pelabuhan Pomako, kami cuma bawa uang 30 ribu buat bayar taksi, makanya mama (istri) tinggal di pelabuhan," ujar Damatus.
Sampai di kota, Damatus dengan pakaian sederhananya muli menawarkan sapunya. Satu ikat sapu lidi ia jula Rp20 ribu.
Jalan kaki ia keliling di Kota Timika. Jalan Yos Sudarso, Sam Ratulangi, Busiri. Ia terus melangkah di setiap lorong-lorong. "Sapu... sapu... sapu..."
Hari semakin siang, matahari semakin panas menyengat kulit tuanya itu. Beberapa sudah terjual. Sapu yang digendongnya mesti habis terjual agar bisa kembali ke istrinya.
Dia mengaku, setiap bulan memang dijadwalkan untuk datang ke kota Timika menjual sapu lidi. Sapunya terbuat dari lidi daun pohon kelapa.
Hari ini dia membawa sebanyak 25 sapu, sepuluh sudah laku. Masih kiloan meter lagi langkah yang harus ditempuhnya untuk menghabiskan sapu itu, jika beruntung.
"Bapa dan mama ada bawa seratus sapu, tapi hanya 25 sapu yang bapa bawa, sisanya ada di mama untuk dijual di pelabuhan," katanya.
Kata dia, sore hari harus sudah kembali bersama istrinya di pelabuhan, jika tidak terjual dengan habis mereka harus bermalam di sana (pelabuhan) untuk kembali besok menjual sapu itu.
Damatus mengaku, tidak mau membebani dan bergantung pada anak-anaknya yang sudah mapan. Untuk itu dia tetap bekerja apapun itu untuk memenuhi kehidupan bersama istrinya. (Eka)