Danrem 172/PWY: Penyerangan Koramil Kurulu Adalah Upaya Provokasi
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring. Foto: Dok/ Papua60detik
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik – Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring menyebut penyerangan Koramil Kurulu yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat beberapa waktu lalu merupakan upaya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab agar TNI melakukan tindakan melanggar hukum.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula pada Kamis (27/4/2023) malam ketika kendaraan yang digunakan oleh anggota Koramil Kurulu dilempari. Anggota Koramil Kurulu menangkap satu pelaku lalu menyerahkannya ke Polsek 

Pada dini harinya, masyarakat Kampung Waga-waga diprovokasi isu penculikan yang dilakukan oleh Koramil Kurulu. Buntutnya, sekitar 50 orang merangsek ke Koramil Kurulu dan melakukan perusakan.

“Jadi mereka berupaya memancing kita (TNI) untuk melakukan kekerasan dengan memanfaatkan masyarakat khususnya para remaja. Mereka mendobrak Makoramil dengan alasan bebaskan teman. Padahal kami sudah serahkan ke pihak kepolisian. Jadi tidak ada penculikan yang ada orang mabuk yang mengganggu dan diamankan oleh TNI serta saat itu juga langsung diserahkan kepada kepolisian,” tegas Danrem dalam keterangan tertulisnya yang diterima Papua60detik, Rabu (3/5/2023).

Terkait penyerangan dan perusakan Makoramil Kurulu, Danrem mengapresiasi Danramil Kurulu Kapten Inf Yubelinus Simbiak yang mengambil tindakan saat terjadinya penyerangan dengan mengamankan seluruh senjata dan seluruh anggotanya.

“Saya bangga dengan Danramil dan anggotanya yang tidak terpancing dan tidak ada anggota yang membuka tembakan. Saat itu Danramil menyampaikan untuk mundur yang terpenting barang-barang aman kemudian anggota tidak ada yang terluka,” kata Danrem.

“Saat ini juga masyarakat Kurulu sendiri marah kepada masyarakat wilayah lain yang datang ke Kurulu dan membuat onar. Tetapi saya telah perintahkan kepada Dandim untuk menjaga masyarakat agar tidak terjadi bentrok. Selanjutnya saya sudah perintahkan kepada Dandim untuk mengambil langkah-langkah seperti ganti rugi atau kita proses hukum bagi para pelaku dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tambahnya. 

Danrem mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk mengungkap dan mencari penjualan minuman keras ilegal yang menjadi salah satu penyebab tindakan kriminal di Wamena. 

“Hal ini sudah saya koordinasikan dengan jajaran dan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” imbuhnya. (Amma)