Demam Babi Afrika Merebak, Apa yang Bisa Dilakukan Peternak?
Papua60detik - Angka kematian ternak Babi akibat Virus African Swine Fever (ASF) kian bertambah di Kabupaten Mimika. Sampai Senin (29/1/2024), jumlah ternak babi yang mati di Mimika sudah naik menjadi 245 ekor akibat penyakit yang disebut demam babi Afrika ini.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani menjelaskan, di Mimika wabah ini telah menyebar di dua distrik, yakni Mimika Baru dan Distrik Wania.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Ia mengatakan, sebagai upaya penanganan Disnakeswan telah sosialisasi ke para peternak babi di Kabupaten Mimika sekaligus dengan penyemprotan desinfektan.
Disnakeswan telah mengimbau kepada masyarakat khususnya para peternak babi agar tidak mengeluarkan babi yang sakit dan sehat dari kandang.
“Jadi cukup diisolasi di kandang,” tutur Sabelina, saat ditemui wartawan di Kantor Disnakeswan Mimika, Senin (29/1/2024).
Sabelina mengatakan, mulai hari ini Disnakkeswan akan melakukan injeksi serum konvalesen terhadap babi. Ia menyebut, serum ini mengandung anti body yang tinggi dan diharapkan bisa melindungi ternak yang terpapar virus ASF.
Bagi peternak yang dapat melakukan penyuntikan mandiri bisa meminta serum konvalesen di Disnakkswan. (Faris)