Desak Sekolah Darurat di Waa Banti, Amos Jamang: Anak-anak Butuh Tempat Layak Belajar
Anggota DPRK Mimika dari Dapil V, Amos Jamang, Foto: Faris/ Papua60detik
Anggota DPRK Mimika dari Dapil V, Amos Jamang, Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Anggota DPRK Mimika dari Dapil V, Amos Jamang, kembali menyoroti kondisi pendidikan di wilayah pegunungan Mimika, khususnya Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura.

Llegislator dari Partai Hanura itu menilai fasilitas pendidikan di kampung tersebut sangat memprihatinkan dan sudah tidak memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar.

“Gedung sekolah yang ada sudah tidak layak. Anak-anak kita di Waa Banti butuh ruang kelas yang aman dan nyaman untuk belajar,” ujar Amos, Senin (14/7/2025).

Amos mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika agar menjadikan pembangunan sekolah baru di Waa Banti sebagai agenda prioritas. Menurutnya, seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP perlu dipikirkan secara serius, agar tidak ada anak yang tertinggal hanya karena minim fasilitas.

Ia menyarankan agar anggaran pembangunan dapat dimasukkan dalam APBD Perubahan 2025 atau maksimal diakomodir dalam APBD Induk 2026.

Selain sektor pendidikan, Amos turut menyoroti kondisi layanan kesehatan serta akses transportasi ke kampung tersebut. Ia mengingatkan pentingnya percepatan pembangunan lapangan terbang (lapter) di Waa Banti yang hingga kini belum terealisasi.

“Aspirasi masyarakat sudah berulang kali disampaikan. Pemerintah harus mendengar dan bertindak,” tegasnya.

Untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut, Amos juga mengajak Pemkab Mimika menggandeng PT Freeport Indonesia sebagai mitra. 

Menurutnya, keterlibatan perusahaan tambang raksasa itu sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan wilayah sekitar area operasi.

“Kita harap ada sinergi antara Pemkab dan Freeport. Kalau bisa duduk bersama dan punya visi yang sama, pembangunan di Waa Banti bisa lebih cepat,” tutup Amos.

Amos Jamang menambah daftar panjang desakan dari DPRK Mimika kepada pemerintah daerah agar tidak lagi menunda pembangunan fasilitas dasar di wilayah-wilayah terisolasi, demi masa depan anak-anak Papua yang lebih baik. (Faris)