Di Boven Digoel, Polisi Dianiaya Sampai Masuk Rumah Sakit
Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budiartha mengunjungi korban di RSUD Merauke, Kamis (14/12/2023). Foto: Ami/ Papua60detik
Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budiartha mengunjungi korban di RSUD Merauke, Kamis (14/12/2023). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Anggota Polsek Jair, Bripda Thandi Andreas Pigay jadi korban penganiayaan Minggu (10/12/2023) pukul 02.00 WIT. 

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka pada bagian kepala hingga harus menjalani operasi di RSUD Merauke.

“Untuk biaya pengobatan, Polres Boven Digoel yang menanggung," kata Kapolres Boven Digoel, AKBP I Komang Budiartha, Kamis (14/12/2023).

Polres Boven Digoel kini telah menahan lima orang terduga pelaku. Penyidik Satuan Reskrim masih memeriksa kelimanya untuk mengetahui motif penganiayaan itu.

"Nanti dari hasil pemeriksaan baru bisa kita sampaikan, apa motifnya. Apakah spontan karena mabuk atau ada alasan lain," kata Kapolres.

Penganiayaan itu terjadi saat korban dan dua rekannya sedang patroli di Getentiri, Distrik Jair, Boven Digoel. Saat itu ketiganya membubarkan sekelompok pria yang sedang menenggak miras. Bukannya bubar, sekelompok pria itu malah menyerang korban menggunakan per mobil hingga mengenai bagian kepala dan rahang.

"Mereka bertiga bubarkan sampai sudah kasih peringatan juga. Begitu korban kena aniaya, temannya fokus menyelamatkan," kata Komang.

Bripda Thandi Andreas Pigay kesehariannya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas. Pihak keluarganya meminta para pelaku diproses hukum secepatnya dan dihukum setimpal perbuatannya. (Ami)