Di Hadapan Wapres, Tony Wenas Paparkan Investasi Sosial PT Freeport di Mimika
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Foto: Faris/ Papua60detik
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas paparkan  program dan komitmen investasi sosial di Kabupaten Mimika kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan rombongan di Kuala Kencana, Rabu (12/7/2023)

Program yang dipaparkan mulai dari kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi dan usaha pertanian bagi masyarakat suku Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan. 

"Untuk peningkatan kesehatan di wilayah sasaran adalah antara lain pengendalian malaria itu lebih dari 13 ribu rumah yang kita kendalikan disemprot dan lakukan pembersihan kemudian ada kemitraan riset kesehatan dasar dengan Kabupaten Mimika mencakup 30 kampung dan lebih dari 3 ribu rumah tangga dan juga salah satu terbesar adalah pengelola rumah sakit mitra masyarakat ada 120 ribu kunjungan dan juga ada beberapa klinik yang juga ada 43 ribu kunjungan pasien semuanya ini gratis untuk masyarakat asli tuju suku," Terangnya kepada Wapres 

Tony mengatakan untuk program pendidikan PTFI pada tahun 2022 telah memberikan program beasiswa sebanyak 1.530 beasiswa belajar di 5 sekolah asrama di Papua dan dan memberikan beasiswa kepada 1.222 untuk tingkat SMP hingga perguruan tinggi kepada total 1.530 siswa orang asli Papua (OAP) 

"Kalau ditotal, 12 ribu," sebutnya. 

Sedangkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat PTFI memiliki komoditas unggulan yaitu pertanian, peternakan perikanan berbasis kampung yang sedang dikembangkan oleh masyarakat melalui pembinaan PTFI.  

"Ada budidaya tanaman kopi di daerah pegunungan ada sekitar 35 hektar kebun kopi yang kita kelola. Kita didik masyarakat kita supaya mereka bisa kemudian bertani. kemudian kakao, kakao ini luasnya lebih dari 236 hektare dikelola oleh masyarakat yang kita bina juga," katanya. 

Masih di perkebunan dan pertanian, potensi kelapa, katanya 785 hektar. Untuk peternakan ayam petelur dan pengembangan bibit babi melibatkan 400 tenaga lokal.

"Untuk potensi kelapa hampir seribu hektare dan kita akan tingkatkan dalam waktu dekat serta sagu dan sayuran sekitar 200 hektar," kata Tony.

Selain melakukan pembinaan PTFI juga memberikan dukungan pemasaran produk komoditas masyarakat.  Untuk tahun 2022 penjualan produk sayur mencapai Rp5.7 miliar, telur Rp56.4 miliar dan ikan mencapai Rp9.2 miliar. 

Tony mengatakan Sejak 2004 PTFI telah memberikan program dana bergulir untuk UMKM sebesar Rp64.4 miliar bagi lebih dari 500 usaha, dan untuk tahun 2022 ada 199 pengusaha binaan PTFI yang menyerap tenaga kerja sekitar 1.400 orang. (Faris)