Didik 100 Persen OAP, Kondisi SMP Negeri 9 Memprihatinkan
SMP Negeri 9 Mimika di Kwamki Narama. Foto: Istimewa
SMP Negeri 9 Mimika di Kwamki Narama. Foto: Istimewa

Papua60detik - Meski berstatus sekolah negeri dan tak jauh dari Kota Timika, kondisi SMP Negeri 9 di Distrik Kwamki Narama terbilang memprihatinkan.

Kepala SMP Negeri 9 Mimika, Martha Welma Benamen mengatakan 100 persen siswanya Orang Asli Papua (OAP).

"Saya menjabat sebagai Kepala Sekolah sudah 6 tahun lebih, jalan 7 tahun. Awalnya sekolah itu memang vakum waktu itu. Awal saya berada di sana memang pembangunan itu tidak ada sama sekali. Jumlah siswa hanya 18 orang (saat itu)," ujarnya saat diwawancarai, Jumat (06/03/2026). 

Gedung perpustakaan sekolah pun pernah dibakar orang bertanggung jawab. Keamanan memang jadi soal karena pagar hanya terdapat di bagian depan, sementara bagian belakang masih terbuka. Padahal area sekolah cukup luas, sekitar 150 x 300 meter.


Sejak menjabat Kepsek, fasilitas sekolah  tidak banyak mengalami perkembangan. Fasilitas yang dibangun hanya dua unit rumah dinas. Rehab ruang guru masih 80 persen. 

Bagi Martha, paling utama saat ini gedung sekolah. Gedung saat ini sudah tidak layak, ruangannya sempit dan plafon sudah rusak. Jauh dari standar SMP negeri. Bahkan ruang guru ditumpuk dengan kegiatan lain seperti UKS, bagian kesiswaan dan kantor kepala sekolah. 

Selain itu, ia juga meminta rumah dinas untuk guru, pembangunan pagar sekolah, dan pembangunan pos keamanan. Katanya, apabila keamanan terjamin, maka 20 guru yang ada akan tinggal di wilayah tersebut. Sementara seiring bertambahnya waktu, jumlah siswa semakin banyak.

"Dulu kan kita rindu mereka sekolah, sekarang mereka sudah sekolah, mereka sudah sadar akan pendidikan, tapi mana dukungan pemerintah? Guru-guru juga tinggal di kota, setengah tujuh mereka harus sudah sampai di sekolah dengan kendaraan pribadi," pungkasnya. (Martha)