Disanakeswan Kesulitan Lahan Pekuburan Massal Ternak Babi Korban ASF
Papua60detik - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Mimika sedang kesulitan mencari lahan sebagai pekuburan massal ternak babi yang mati akibat ganasnya virus African Swine Fever (ASF).
Kepala Disnakeswan Mimika drh Sabelina Fitriani mengatakan sebelumnya telah menyiapkan lahan khusus di Jalan SP5 Timika, namun rencana itu ditolak warga sekitar.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
“Kita harap solusi untuk tempat penguburan karena kita belum menemukan lahan lagi karena lahan Dinas Peternakan yang ada di SP5 itu masyarakat menolaknya. Karena di situ ada beberapa masyarakat pelihara babi, mereka tidak mau tercemar padahal sebetulnya kita di situ akan melakukan penguburan sesuai SOP,” ungkap Sabelina, Kamis (1/2/2024).
Untuk memutus rantai virus ASF, ia menyarankan warga yang punya ternak babi yang sakit agar segera dieliminasi karena kemungkinan sudah sangat kecil untuk selamat.
“Kalau sudah sakit pasti mati,” kata Sabelina.
Adapun serum yang dibagikan daya protektifnya hanya 30 persen.
“Kita berharap bahwa semua mayarakat kita bisa paham, karena kalau Masyarkat tidak bisa memahami tidak mendukung kita akan sulit untuk mengatasi virus ini, karena kita ingat virus ini tidak ada vaksin dan obatnya,” ungkapnya
Menyikapi situasi itu, Pj Sekda Mimika Ida Wahyuni mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan lahan baru dengan mempertimbangkan banyak aspek sehingga tidak muncul masalah seperti penolakan masyarakat di SP5.
“Kita sementara lagi menyiapkan lahan baru lagi upaya tidak memunculkan masala baru lagi. Ada lahan Pemda namun kita harus koordinasi internal, lahannya akan disiapkan,” katanya. (Faris)