Dishub Panggil Maskapai PT Reven Global, Anggota DPRK: Berlebihan
Anggota DPRK Mimika, Abrian Katagame & Stevanus Onawame,  Foto: Faris/ Papua60detik
Anggota DPRK Mimika, Abrian Katagame & Stevanus Onawame, Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Anggota DPRK Mimika, Abrian Katagame merespon rencana Dishub memanggil maskapai penerbangan PT Reven Global Airtranspor yang terbang ke Distrik Jila pada Jumat, 7 Maret 2025 lalu.

Menurut Abrian Katagame, langkah Dishub itu berlebihan dan kurang mempertimbangkan kebutuhan transportasi masyarakat di Distrik Jila.

Katanya, warga menyewa pesawat maskapai itu untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang mendesak di wilayah pedalaman.

"Pemanggilan terhadap Maskapai Reven Global Air oleh Dishub Mimika saya kira sangat berlebihan. Maskapai penerbangan bersama masyarakat memiliki niat yang baik demi melayani kebutuhan transportasi bagi masyarakat di Distrik Jila. Niat masyarakat sudah bagus, tinggal bagaimana pemerintah dalam hal ini Dishub berkomunikasi dengan maskapai penerbangan agar ke depan bisa beroperasi secara normal seusai prosedur," ujar Abrian kepada wartawan di kantor DPRK Mimika, Senin (10/3/2025).

Menurutnya, PT Reven Global Airtranspor yang terbang ke Distrik Jila itu seharusnya tidak dipersoalkan. Justru yang perlu dievaluasi adalah bagaimana pemerintah bisa menjawab permasalahan transportasi yang selama ini menjadi keluhan warga.

"Lalu selama ini Dishub di mana? Yang ada hanya janji kepada masyarakat. Oke lah, kalau masalah prosedur itu kewenangan pemerintah, tapi harus juga bisa mencari solusi untuk masalah transportasi," tambahnya.

Senada dengan Abrian, anggota DPRK Mimika yang juga putra asli Distrik Jila, Stevanus Onawame, menilai bahwa penerbangan perdana Reven Global Air ke Jila tidak seharusnya menjadi polemik. Ia lebih menyoroti aspek keamanan penerbangan.

"Kalau saya lebih pada soal keamanan, karena penerbangan sudah cukup lama terhenti akibat situasi yang tidak kondusif. Di sisi lain, masyarakat di pedalaman sudah lama tidak terlayani transportasi udara, karena satu-satunya akses ke Jila hanya melalui penerbangan. Jadi ini hanya misskomunikasi saja. Ke depan, Dishub sebagai pemerintah harus peka terhadap berbagai persoalan dan tentunya mencari solusi untuk menjawab kebutuhan transportasi udara," tegas Stevanus.

Terkait uji kelayakan lapangan terbang (lapter) yang belum dilakukan, Stevanus menilai bahwa meski penting, hal tersebut seharusnya tidak menjadi hambatan utama dalam melayani kebutuhan masyarakat.

"Bila Dishub menyoroti soal belum adanya uji kelayakan terhadap lapter baru di Jila, itu wajar. Tapi penerbangan kemarin sudah berjalan aman dan tidak ada kendala, sehingga tak perlu dipersoalkan terlalu jauh," katanya.

Bahkan katanya, masyarakat Jila berencana menggelar ibadah syukur dalam waktu dekat atas keberhasilan penerbangan ke Lapter Pilikogom-Neomun. Ia berharap ada komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait kebutuhan transportasi udara. 

"Karena ini terkesan pemerintah hanya janji saja, sehingga masyarakat yang mendesak kebutuhannya akhirnya mencari alternatif sendiri," katanya.

Kepala Dishub Mimika, Jania Basir mengaku akan memanggil Maskapai PT Reven Global Airtransport guna meminta klarifikasi terkait penerbangan ke Distrik Jila. Maskapai tersebut menurutnya menyalahi prosedur.

“Di mana-mana, Lapter itu kalau mau dioperasikan harus diverifikasi dulu, harus dites landing dulu. Semua ada aturannya. Bukan karena masyarakat meminta atau apa. Kalau terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab? Kami juga belum melakukan tes landing,” ujarnya. (Faris)