Distrik Hoeya Pakai Dana Desa Bangun Lapangan Terbang
Papua60detik - Distrik Hoeya akan memfokuskan Dana Desa (DD) di enam kampung untuk pembangunan lapangan terbang (lapter).
Kepala Distrik Hoeya, Karel Kum mengatakan, pembangunan lapter adalah adalah hal yang sudah paling mendesak. Tanpa lapter, semua pembangunan di Distrik Hoeya tak akan berjalan.
“Sebelum ada lapangan terbang kami tidak bisa berbicara pembangunan,” tegasnya di Hotel Cenderawasih 66 Timika , Jumat (18/6/2021).
Pengalihan DD tahun ini kata Karel diputuskan berdasarkan kesepakatan bersama antara kepala kampung dan semua tokoh-tokoh masyarakat di Hoeya.
Ia pun telah berkoordinasi dengan para kepala kampung dan DPMK untuk pengalihan kegiatan tak penting ke pembangunan lapter.
Pembangunan lapter ini sudah diusulkan sejak dua tahun lalu, namun tidak terakomodir karena pemerintah fokus pada persiapan PON dan Pesparawi yang akan berlangsung Oktober dan November nanti.
Karel berharap di tahun 2022, Pemkab bisa menerima usulan ini. Jika tidak, maka DD di enam kampung jadi alternatif anggaran pembangunan lapter Hoya.
“Itu yang harapan masyarakat dan kami tetap akan berkoordinasi dengan kepala dinas perhubungan bersama-sama akan mendorong agenda bagaimana bisa ada kesepakatan antara pemerintah antara Freeport untuk pelayanan masyarakat distrik Hoeya,” katanya.
Pembangunan lapter di Hoeya praktis berhenti sejak 2018. Pekerjaan baru di kisaran 70 persen.
Situasi tanpa lapter membuat segalanya serba sulit di Hoeya. Soalnya, transportasi udara jadi pilihan satu-satunya mencapai wilayah itu.
Alternatifnya adalah menggunakan helicopter, tapi biayanya sungguh amat mahal. Sekali terbang ke Kota Timika biayanya mencapai Rp80 juta. (Anti Patabang)