DMI Mimika Terlibat Dukung Mendukung DOB
Papua60Detik - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika melibatkan diri dalam dukung mendukung agenda politik pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.
Rabu (29/6/2022), DMI menginisiasi doa bersama untuk Mimika menuju Papua Tengah di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (29/6/2022).
Baca Juga: Natalis Tabuni Nakhodai Nasdem Papua Tengah
Dari undangan kegiatan itu yang beredar, tertera tanda tangan Ketua DMI dan Ketua MUI Mimika. Tapi keduanya diketahui tak sedang berada di Kota Timika.
Kegiatab itu tampak sepi. Kursi yang disiapkan penyelenggara lebih banyak kosong dibanding yang terisi.
Rampeyani yang mengaku mewakili DMI Mimika menjelaskan kegiatan itu ditujukan untuk memberikan doa terbaik dengan harapan Kabupaten Mimika menuju Papua Tengah.
"Kita berharap juga perbedaan antara kita semua bisa disatukan di bawah naungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika. Sehingga ke depannya tidak ada anak cucu kita yang memandang berdasarkan ras dan sebagainya," katanya.
Ia mengklaim, kegiatan yang dilaksanakan oleh DMI Mimika itu murni sebagai doa.
Mengutip www dmi.or.id, Dewan Masjid Indonesia sejatinya fokus pada tujuan mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat.
Sementara, pemekaran atau DOB adalah agenda politik yang RUU-nya akan diparipurnakan oleh DPR RI pada Kamis (30/6/2022) besok.
RUU DOB yang akan disahkan antara lain RUU tentang Provinsi Papua Selatan, RUU tentang Provinsi Papua Tengah dan RUU tentang Provinsi Pegunungan Tengah. Kabupaten Mimika bergabung di Provinsi Papua Tengah.
Kabarnya, panitia Kerja (Panja) RUU DOB telah menyepakati ibu kota untuk tiga provinsi baru itu. Ketiganya adalah Kabupaten Merauke untuk Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Jayawijaya untuk Provinsi Papua Pegunungan serta Kabupaten Nabire untuk Provinsi Papua Tengah.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Mimika, Paulus Dumais yang hadir pada kegiatan doa bersama itu menyebut masih terjadi tarik ulur penempatan ibukota Provinsi Papua Tengah antara Mimika dan Nabire. (Rachmat Julaini)