Dosen Papua Selatan Unjuk Rasa Tuntut Pencairan Tunjangan Kinerja
Papua60detik - Asosiasi Dosen Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) Cabang Papua Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Rektorat Universitas Musamus Merauke pada, (21/01/ 2025). Mereka menuntut pencairan tunjangan kinerja (Tukin) bagi dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum terealisasi hingga saat ini.
Dosen Universitas Musamus Merauke, Muktamar Umakaapa menyatakan, aksi mereka merupakan respon terhadap isu nasional terkait tunjangan kinerja dosen ASN.
“Sejak tahun 2020, telah diundangkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2020 yang mengatur tentang tunjangan kinerja bagi ASN. Namun hingga kini, ada pengecualian bagi dosen ASN di bawah Kemendiktisaintek, termasuk saya,” ujarnya.
Muktamar menjelaskan, aksi ini sebagai bentuk protes terhadap ketidakkonsistenan pemerintah dalam menerapkan aturan yang telah dibuat.
“Ini sudah berjalan sekitar lima tahun, dari 2020 hingga 2025, dan peraturan terbaru dari Kemendikbud Ristek, Nomor 447, menyebutkan tunjangan kinerja akan dibayarkan per 1 Januari 2025. Namun, hingga kini, belum ada pencairan,” lanjutnya.
Menurutnya, berita terbaru dari DPR mengabarkan bahwa anggaran sebesar Rp2,5 triliun telah disetujui untuk membayar tunggakan tunjangan ini.
“Tinggal menunggu peraturan presiden untuk teknis pembayarannya. Kami mendesak agar pemerintah segera mencairkan tunjangan ini sesuai janji,” tegas Muktamar.
Aksi ini merupakan bagian dari upaya dosen di seluruh Indonesia, terutama di bawah naungan Kemendiktisaintek, untuk menuntut hak mereka yang telah diatur dalam peraturan pemerintah. (Josua)