DPRP Papua Tengah Minta Pemda Mimika Beri Perhatian Serius untuk Pertina
Papua60detik – Cabang olahraga tinju kembali menyuarakan kebutuhan mendesak akan fasilitas latihan yang memadai. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Mimika meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pembinaan atlet dan pengembangan sarana olahraga bagi cabor yang selama ini konsisten mencetak prestasi.
Pelatih Kepala Pertina Mimika, Percy Rumere, mengatakan para atlet tinju Mimika telah mengikuti berbagai kejuaraan mulai dari Kejurda, Kejurnas, Pra PON, PON, Sarung Tinju Emas hingga Arafura Games di Australia. Meski demikian, fasilitas latihan yang mereka gunakan masih jauh dari kata layak.
“Kami punya delapan sasana yang aktif, mulai dari Mimika Sport Boxing, MKBC, Arafura Boxing, Sasana Mapurjaya, Sasana Malucas hingga Sasana Pembabri dan 2 lagi. Tapi sampai sekarang perhatian pemerintah terhadap cabor ini masih sangat minim,” ungkap Percy, Kamis (27/11/2025)
Ia menjelaskan bahwa para atlet selama ini hanya berlatih di area pagar kuning, Jalan Airport Baru. Jika hujan turun, latihan terpaksa dihentikan karena tidak ada bangunan yang dapat digunakan sebagai tempat latihan tertutup.
“Kalau bisa pemerintah mencarikan lahan dan membangun fasilitas olahraga untuk tinju, karena ini olahraga prestasi. Atlet kita punya potensi besar, tapi tanpa dukungan fasilitas, pembinaan jadi terhambat,” ujarnya.
Anggota DPRP Papua Tengah, Urbanus Beanal, turut menyoroti kondisi tersebut dan berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga tinju.
“Cabor tinju ini adalah cabang berprestasi dan harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Pemda Mimika perlu mencarikan lahan dan membangun tempat latihan yang layak bagi para atlet,” tegas Urbanus.
Menurutnya, prestasi para atlet Mimika di berbagai kejuaraan regional, nasional hingga internasional seharusnya menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk memperkuat pembinaan Pertina.
Urbanus menegaskan, tanpa fasilitas memadai, potensi atlet Mimika akan sulit berkembang maksimal. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret agar pembinaan olahraga tinju dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan. (Fari)