Serangan Pos Keamanan di Nabire: Dua Orang Dibakar, TPNPB Klaim Rampas 4 Senjata Api
Papua60detik - Insiden penembakan disertai pembakaran pos keamanan terjadi di Kampung Lagari 2, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Aparat kepolisian menemukan dua jenazah dalam kondisi terbakar di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasinya ke RSUD Nabire.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.00 WIT mengenai penembakan dan pembakaran pos di area operasional PT Kristalin Eka Lestari.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Nabire bersama Satgas ODC dan personel Polda Papua Tengah bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Tiba di lokasi, aparat gabungan mengamankan perimeter dan mengevakuasi masyarakat yang berada di sekitar camp, khususnya warga di wilayah bawah sebelum titik penyerangan. Polisi mengambil langkah ini untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah dampak lanjutan dari insiden tersebut.
Dalam proses evakuasi, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di pos keamanan yang dibakar.
“Ketika kami tiba di TKP, kami menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar. Untuk sementara, kami belum dapat memastikan identitas dan status korban. Kami telah mengevakuasi keduanya ke RSUD Nabire untuk pemeriksaan forensik dan uji DNA,” ujar Kapolres kepada wartawan di Mapolres Nabire, Sabtu malam (23/2/2026).
Ratusan personel gabungan TNI-Polri telah mengamankan lokasi serta membantu evakuasi masyarakat yang kemungkinan masih berada di sekitar area camp hingga wilayah kilometer 50 ke atas.
“Kami terus mengevakuasi warga yang mungkin masih tertinggal di beberapa titik. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Keterangan saksi
Seorang saksi selamat berinisial RM memberikan keterangan awal kepada aparat dan media. RM mengaku berada di pos bersama dua rekannya saat penembakan terjadi. Menurutnya, pelaku menembak pos tersebut sebelum membakarnya.
“Saya yang pertama ditembaki. Saya lompat lalu lari ke sungai,” ujarnya.
RM menjelaskan satu rekannya dalam kondisi tidur dan satu lainnya berjaga ketika serangan berlangsung. Dalam kondisi panik, ia melompat ke sungai dan terapung sekitar setengah hingga satu jam hingga sempat kehilangan kesadaran.
Ia mengaku terjatuh dari ketinggian sekitar 50 meter dan mengalami luka di bagian punggung serta kesulitan berbicara.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan terus melakukan penyisiran dan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap, jumlah korban, motif, serta identitas pelaku.
Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Polres Nabire memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut secara resmi setelah proses identifikasi korban dan penyelidikan di lapangan selesai dilakukan.
TPNPB Klaim Rampas 4 Pucuk Senjata Api
Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM menyebut beetanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan dilakukan Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangan tertulisnya menyebut Aibon Kogoya dan pasukannya menembak dua orang anggota aparat militer yang sedang melakukan pengamanan di PT Kristalin Eka Lestari di Lagari. Selain itu, mereka juga merampas tiga unit senjata laras panjang dan satu unit pistol dalam serangan tersebut.
Sebby menuding aktivitas perusahaan tersebut mengakibatkan kerusakan pada hutan dan lingkungan sekitar milik masyarakat adat di Nabire. (Elia Douw)