FGD Bahas Pengembangan Wisata Papua Selatan, Guritno Dorong Kolaborasi Inovatif
Papua60detik - Pemerintah Provinsi Papua Selatan menekankan pentingnya pengembangan destinasi pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing daerah serta manfaat ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Asisten I Sekda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) tahap dua yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (BAPERINDA) bersama Universitas Negeri Musamus, Kamis (12/12/2024), di Hotel Sunny Day Merauke.
Baca Juga: Pemkab Mimika Berlakukan WFH Setiap Jumat
Guritno menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan kebijakan pembangunan pariwisata yang efektif dan sesuai potensi lokal. Ia menegaskan, kebijakan ini harus berlandaskan kajian mendalam guna menghasilkan strategi inovatif yang relevan.
"Penyusunan kebijakan ini bertujuan menciptakan destinasi wisata menarik sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat," ujar Guritno.
Ia menegaskan, pengembangan destinasi wisata harus merata di empat kabupaten di Papua Selatan, yakni Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat merasakan dampak positif dari sektor pariwisata. Pemerintah juga mengedepankan riset dan inovasi sebagai dasar pengambilan kebijakan, seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 1723-BPS-11-W-2023.
Ia mengapresiasi Universitas Negeri Musamus sebagai mitra strategis yang menyediakan kajian akademik untuk mendukung perencanaan pembangunan. Hasil dari FGD diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat pemanfaatan keunikan budaya, dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam Papua Selatan untuk kemajuan ekonomi wilayah.
Guritno menegaskan, FGD ini menjadi langkah awal dalam upaya menjadikan Papua Selatan sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional. Ia berharap, kegiatan serupa terus dilakukan untuk mendukung pembangunan sektor lain.
"Dengan kolaborasi yang kuat, sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Papua Selatan," tutupnya. (Josua)