GAMKI Gandeng BMP Nabire Seminar & Lomba Esai Wawasan Kebangsaan
Papua60detik - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Nabire kolaborasi Dewan Pimpinan Barisan Merah Putih (DPC BMP) Nabire menggelar seminar wawasan kebangsaan, di Aula RRI Jalan Merdeka, Nabire, Rabu (19/8/2026).
Seminar ini menghadirkan sejumlah pemateri yakni, Ali Kabiay Sekertaris BMP RI Papua, Ketua GAMKI Papua Tengah, Anis Labene, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua Tengah, Peter Worabay.
"Kami mengundang 7 sekolah, di mana tiap sekolah diwakili oleh 10 orang. Jadi, untuk target pelajarnya ada 70 orang, sedangkan untuk mahasiswa sisanya, sekitar 20 hingga 30 orang," kata Ketua Tim Karateker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak.
Lomba menulis esai ditutup tanggal 17 Agustus kemarin. Peserta yang sudah mendaftar tercatat sebanyak 24 orang.
GAMKI Nabire berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme, memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif generasi muda.
"Serta memberikan ruang bagi peserta untuk menuangkan ide, gagasan, dan solusi kreatif seputar kebangsaan melalui karya tulis yang objektif," ujarnya.
Menurutnya, banyak orang mengira menulis itu gampang, padahal menulis membutuhkan proses dan kaidah yang benar.
"Kami berharap ke depan Dinas Pendidikan atau pihak terkait dapat menyelenggarakan pelatihan khusus menulis bagi para siswa seperti ini," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Nabire, Dina Pidjer yang membuka seminar mengatakan masa depan Nabire dan Indonesia ada di tangan generasi muda.
"Ingat wawasan kebangsaan bukan sekedar menghafal Pancasila dan undang-undang dasar 1945 wawasan kebangsaan bukan bukan sekedar menghapal nama-nama pahlawan, tetapi wawasan kebangsaan adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari," katanya.
Ia berharap ilmu yang di dapatkan lewat seminar wawasan kebangsaan menjadi bekal bagi pelajar dalam kehidupan sehari-hari dan semakin mencintai Pancasila serta NKRI.
"Bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi perbedaan justru menjadikan kekuatan untuk membangun persatuan," pesannya. (Elia Douw)