Selundupkan 3,7 Kg Ganja Lewat Bandara, HH Ditangkap
Petugas Avsec Bandara Sentani mengamankan 3,7 kilogram ganja milik calon penumpang tujuan Sorong. ANTARA/HO-Dok Bandara Sentani
Petugas Avsec Bandara Sentani mengamankan 3,7 kilogram ganja milik calon penumpang tujuan Sorong. ANTARA/HO-Dok Bandara Sentani

Papua60detik - Petugas Aviation Security Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menggagalkan penyelundupan 3.768 gram atau 3,7 kilogram ganja milik calon penumpang tujuan Sorong.

Humas Bandara Sentani Citra Mahesa Nusantara mengatakan ganja seberat 3,7 kilogram itu hendak diselundupkan ke Sorong, menggunakan pesawat Lion Air JT-799 pada Rabu kemarin.

Penggagalan penyelundupan ganja itu berawal saat petugas passenger security check point menggunakan mesin X-Ray mendeteksi citra anomali di koper kuning yang teridentifikasi sebagai bagasi milik calon penumpang berinisial HH.

Setelah koper dibuka, di dalamnya terdapat 188 paket ganja yang dikemas dalam plastik bening dengan berat seluruhnya 3,7 kilogram.

Pemilik koper berinisial HH beserta barang bukti kemudian diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Citra Mahesa mengatakan sejak April hingga Agustus 2026, pihaknya sudah menyita sekitar 14,5 kilogram ganja yang hendak diselundupkan ke berbagai daerah di Tanah Papua.

Tercatat lima kasus penyelundupan ganja yang digagalkan petugas Bandara Sentani, yakni pada 4 April seberat 7,2 kilogram, tanggal 13 Juli (2,6 kg), tanggal 5 Agustus (940 gram), dan tanggal 12 Agustus (3,7 kg).

Dengan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja, pihak pengelola Bandara Sentani akan memperkuat pengawasan dan terus bersinergi dengan instansi lain.

"Bandara Internasional Sentani tidak boleh menjadi pintu masuk maupun jalur distribusi narkotika," katanya, Kamis (13/8/2026) seperti dilansir ANTARA.

Untuk itu, tambah Citra, manajemen Bandara Sentani berkomitmen untuk aktif mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Jayapura maupun di seluruh Indonesia melalui penguatan sistem keamanan, peningkatan kompetensi personil, pemanfaatan teknologi deteksi modern, serta kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum dan seluruh stakeholder terkait. (Redaksi)