Gelombang Kedatangan Penumpang ke Timika, Setengahnya Tak Kembali
Kepala Cabang Pelni Timika, Rachmansyah Chaidir. Foto: Eka/ Papua60detik
Kepala Cabang Pelni Timika, Rachmansyah Chaidir. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Sejak awal Februari, pelabuhan Pomako Timika mulai dipadati penumpang. Rata-rata, setiap kapal yang berlabuh membawa sekitar 300 hingga 400 orang, angka yang tergolong normal. 

Hingga akhir September, total penumpang yang masuk ke Timika lewat jalur laut telah menembus angka 4.000 orang. Pelni mencatat, hanya setengah dari jumlah itu yang keluar dari Timika. 

Menurut Kepala Cabang Pelni Timika, Rachmansyah  Chaidir, angka 4.000 itu murni berasal dari penumpang luar daerah yang baru pertama kali masuk Timika. 

Ribuan orang itu memilih menetap mencari penghidupan di Timika. Chaidir menduga mereka datang dan tinggal mencari kerja.

"Trennya memang selalu begitu setiap tahun, jumlah yang masuk selalu lebih banyak daripada yang keluar," ujar Chaidir, Selasa (21/10/2025).

Tiga kapal utama milik Pelni yakni KM Leuser, KM Tatamailau, dan KM Sirimau menjadi tulang punggung angkutan laut ke dan dari Timika. Selain itu, kapal perintis juga melayani jalur ke Timika, meski dengan jumlah penumpang yang jauh lebih sedikit, tak pernah tembus 100 orang per kapal.

Fenomena ini konsisten dari tahun ke tahun, penumpang yang turun selalu lebih banyak daripada yang naik kembali. Kondisi ini memberi gambaran bahwa Timika masih menjadi magnet bagi pendatang untuk bekerja. (Eka)