Gereja KINGMI Serukan Perdamaian di Kapiraya
Para pimpinan Gereja KINGMI serta sejumlah umat di Waghete, Deiyai. Jumat siang (13/2/2026). Foto: Elia Douw/Papua60detik
Para pimpinan Gereja KINGMI serta sejumlah umat di Waghete, Deiyai. Jumat siang (13/2/2026). Foto: Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyerukan perdamaian atas pertikaian kelompok warga yang sedang terjadi di wilayah Kapiraya

Gereja KINGMI berharap konflik tersebut tidak meluas agar tidak lagi ada korban jiwa dan harta benda.

“Gereja menyerukan perdamaian dalam konflik horizontal di Distrik Kapiraya dan mendesak agar semua pihak menahan diri, tidak saling serang. Karena itu akan mengakibatkan korban jiwa tak berdosa berjatuhan dan korban harta benda,” kata Kordinator Gereja KINGMI di Deiyai, Pdt Pelipus bersama sejumlah Umat di Waghete, Deiyai, Jumat siang (13/2/2026)

Gereja KINGMI mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah memfasilitasi Kabupaten Deiyai dan Mimika menyelesaikan konflik.

"Harus ambil keputusan yang bijak dalam proses penyelesaian tapal batas antara Deiyai dan Mimika,” pesan Pdt Pelipus 

Katanya, penyelesaian konflik harus tuntas baik dari tapal batas adat maupun pertambangan illegal di Distrik Kapiraya. Hal ini penting agar di kemudian hari tidak terjadi lagi konflik serupa.

Kepada aparat keamanan, Pdt Pelipus  meminta bertindak dan berdiri netral sebagaimana tugas utamanya.

Ia juga mendesak aparat keamanan mengungkap identitas dari pelaku pembunuhan Pdt Neles Peuki di Kapiraya beberapa waktu lalu. (Elia Douw)