Grasstrack Bupati Mappi Championship Resmi Dibuka, 30 Crosser Papua Selatan Adu Skill
Kejuaraan Grasstrack Bupati Mappi Championship 2025 resmi bergulir selama dua hari, 23–24 Agustus 2025, di Sirkuit Gelanggang Olahraga Kota Kepi. Foto: Istimewa
Kejuaraan Grasstrack Bupati Mappi Championship 2025 resmi bergulir selama dua hari, 23–24 Agustus 2025, di Sirkuit Gelanggang Olahraga Kota Kepi. Foto: Istimewa

Papua60detik – Deru knalpot dan debu sirkuit akhirnya kembali menggema di Kota Kepi. Kejuaraan Grasstrack Bupati Mappi Championship 2025 resmi dilepas pada Sabtu (23/8/2025) oleh Wakil Bupati Mappi, H Sanusi. Ajang yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan lebih dari 30 crosser terbaik se-Papua Selatan.

Perhelatan ini sempat tertunda sebulan akibat banjir yang melanda Kota Kepi. Namun, antusiasme pembalap dan penonton tidak surut. Bahkan di hari pertama, jalannya balapan makin menantang karena lintasan licin setelah diguyur hujan deras pada malam sebelumnya—membuat skill rider benar-benar diuji di setiap tikungan dan lompatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Eko Purwanto, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar adu kecepatan di lintasan tanah, tapi juga wadah pembinaan crosser muda Mappi dan Papua Selatan. Selain itu, event ini juga ikut mendorong perputaran ekonomi lokal lewat geliat UMKM dan promosi pariwisata daerah.

“Grasstrack Bupati Mappi Championship ini kami harapkan dapat melahirkan bibit-bibit rider potensial, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM Mappi yang bergerak selama event berlangsung,” ujar Eko, Sabtu (23/8/2025).

Wakil Bupati Mappi, H. Sanusi menekankan pentingnya keseriusan dalam pembinaan olahraga bermotor yang kini sudah menjadi cabang resmi Pekan Olahraga Nasional (PON).

“IMI Mappi harus lebih aktif menyiapkan atlet. Kita punya sirkuit sendiri, jangan hanya dipakai setahun sekali. Crosser kita harus benar-benar dibina agar tidak hanya jadi peserta, tapi bisa bersaing di PON 2028 nanti,” tegas Sanusi.

Dukungan penuh juga datang dari KONI Papua Selatan. Wakil Ketua KONI Papua Selatan, Ady Muslimin, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau langsung setiap ajang sebagai bagian dari seleksi dan pembinaan menuju Porprov Papua Selatan.

“Kami ingin semua cabang olahraga, termasuk grasstrack, mendapat perhatian. Event ini jadi ajang penting untuk memantau calon rider yang siap dibawa ke level lebih tinggi,” jelas Ady.

Hari pertama lomba tercatat 12 kelas balap sukses dipentaskan dengan 12 race penyisihan. Persaingan ketat antar-crosser membuat penonton terpaku sejak bendera start dikibarkan hingga garis finis. Gelaran ini dipastikan bakal semakin panas di hari kedua saat race final berlangsung, menentukan siapa yang layak jadi jawara di tanah Mappi. (Jamal)