Gubernur Meki Nawipa Kunjungi Kokonao, Tinjau Fasilitas Pendidikan
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa didampingi Bupati Mimika, Johannes Rettob kunjungi Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kamis (10/4/2025).  Foto: Faris/ Papua60detik
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa didampingi Bupati Mimika, Johannes Rettob kunjungi Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kamis (10/4/2025). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa kunjungan kerja ke Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Kamis (10/4/2025). 

Dalam kunjungannya, Meki Nawipa didampingi Bupati Mimika, Johannes Rettob dan jajaran beserta menajemen PT Freeport Indonesia dan YPMAK.

Rombongan tiba di Lapangan Terbang Kaokanao, Kampung Apuri, sekitar pukul 10.30 WIT dan disambut upacara adat setempat. Rombongan kemudian diarak menuju halaman SMP YPPK Lecocq D’Armandville.

Meki Nawipa dan rombongan meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan asrama yang dikelola YPMAK, mitra pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

Direktur YPMAK Leonardus Tumuka, menyampaikan apresiasi atas kunjungan spontan Gubernur Meki Nawipa ke Kokonao. Ia mengenang momen tahun 2022 saat rekonsiliasi bersama pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, Lemasko, dan masyarakat Mimika Barat.

“Kunjungan ini sangat mengharukan. Kokonao adalah cikal bakal pendidikan di wilayah ini. Kini dengan kehadiran Gubernur, kami melihat harapan baru untuk kolaborasi membangun Papua Tengah yang lebih baik,” ujar Leonardus.

Ia menambahkan, Gubernur Meki dikenal dengan kunjungan-kunjungannya yang bersifat spontan, namun penuh makna dan harapan. 

“Kami percaya, ada kontribusi besar dari Tuhan melalui beliau untuk memajukan Kokonao. Semoga kunjungan ini membawa berkat bagi seluruh masyarakat,” katanya.


Meki Nawipa dalam sambutannya juga mengulas sejarah panjang Kokonao sebagai pusat kota di Timika pada masa 1934–1952. Saat itu, Kokonao sudah menjadi tujuan penerbangan dari wilayah-wilayah lain seperti Bilogai, Enaro, dan Monemani untuk misi pendidikan.

“Dulu, pesawat datang membawa anak-anak sekolah, lalu pulang membawa ikan asin dan karaka. Kini, kita harus dorong pendidikan agar anak-anak Kokonao bisa menjadi manusia bermanfaat dan tuan di atas tanahnya sendiri,” kata Gubernur.

Ia mengusulkan kepada Bupati Mimika memperpanjang jam belajar di sekolah hingga pukul 15.00 WIT. Dengan catatan, pemerintah menyiapkan makanan untuk anak-anak di sekolah. 

“Kekurangan yang ada akan kita lengkapi bersama,” ujarnya.

Gubernur memastikan pendidikan akan tetap menjadi fokus utama selama masa kepemimpinannya. Ia pun berpesan kepada anak-anak Kokonao untuk tekun belajar dan tidak mudah menyerah.

“Cukup saya yang dulu susah cari beasiswa. Anak-anak Papua sekarang harus bisa sekolah dan sukses. Semua tergantung dari dalam diri sendiri,” pungkasnya.

Setelah pertemuan bersama masyarakat, Gubernur dan rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau asrama putra-putri, SD YPPK St Fransiskus Xaverius Kokonao, Masjid Al-Nur serta memantau pembangunan gedung baru Puskesmas Kokonao dan pengelolaan air bersih di wilayah tersebut. (Faris)