Gubernur Papua Tengah Launching SPH di Nabire
Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa launching Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire di Ballroom a gubernur Bandara lama Nabire, Jumat (21/11/2025). Foto : Elia Douw/ Papua60detik
Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa launching Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire di Ballroom a gubernur Bandara lama Nabire, Jumat (21/11/2025). Foto : Elia Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa launching Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire di Ballroom a gubernur Bandara lama Nabire, Jumat (21/11/2025).

Dalam amanatnya, Meki mengatakan pembukaan (SPH) ini merupakan momentum tepat untuk kebutuhan orang asli Papua Tengah.

"Pelanggaran HAM besar terjadi di tanah Papua ini karena orang Papua buat anak tapi tidak tahu jaga anak. Buat anak tapi tidak bisa merawat dan menjaga dan membesarkan. Jadi suruh pemerintah yang jaga. Jadi pelanggaran HAM itu bukan hanya yang bunuh orang, tetapi ini masalah yang besar terjadi di dunia ini," ujarnya. 

Katanya, pendidikan tak hanya membuat orang jadi pintar dan dapat gelar, tapi pendidikan mestilah membentuk karakter.

"kita perkuat sekolah di Nabire, kita perkuat sekolah di Timika dan 7 kabupaten lainnya di Papua Tengah, Kita taruh SSH di beberapa titik dan asrama di ibu kota kota kabupaten di Papua Tengah agar orang Papua tetap di negeri sendri, tahu tentang cara-cara orang Papua, tetapi mendapatkan pendidikan standar internasional, ini yang kita harus cari," katanya.

Pendiri SPH, Wallace Dean Wiley, menegaskan SPH dibangun di atas empat nilai utama yang terangkum dalam akronim CASH: character, attitude, skill, dan habit. 

"Keempat nilai ini menjadi fondasi pendidikan SPH dan tercermin dalam logo sekolah," katanya. 

Menurutnya, masa depan Papua ditentukan bukan hanya oleh kemampuan akademik, tetapi oleh karakter pribadi anak-anak Papua.

“Masa depan anak-anak ini bukan ditentukan oleh apa yang mereka tahu, tapi siapa mereka sebagai pribadi,” ungkapnya.

Ia mengajak orang tua untuk menjadi mitra aktif sekolah, karena pembentukan karakter tidak akan bertahan jika tidak didukung di rumah. (Elia Douw)