Harga Beras Melonjak, Apa Kata Disperindag?
Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa Foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Harga beras di Timika mengalami kenaikan. Pedagang di Pasar Sentral mengatakan saat ini harga beras berada di kisaran Rp17 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Petrus Pali Ambaa saat dikonfirmasi, membenarkan hal itu. Menurutnya kenaikan harga saat ini  akibat naiknya harga dari dari asal beras itu sendiri.

"Terkait masalah harga beras yang naik, gabah pada naik di tempat produksi beras itu sendiri, itu yang menyebabkan harga naik," jelas Petrus saat ditemui di Pelataran Bappeda, Rabu (21/02/2024).

Saat ditanya mengenai ketersediaan beras di Timika, Petrus mengaku bahwa sesuai data dari Bulog, pasokan beras di Timika masih aman selama tiga bulan ke depan.

"Memang yang harga ini fluktuaktif (tidak tetap). Harga beras itu bukan karena persediaan kita terbatas atau beras langka di Timika. Ini memang benar-benar faktor pengaruh dari sumber beras itu sendiri," terangnya.

Kata Petrus, untuk harga kemarin bahwa untuk beras Cap Pandan medium per kilo di pasaran mencapai Rp17 ribu, untuk beras cap Raja Pandan per kilo RP18 ribu sama dengan harga beras cap Raja Tawon. Sedangkan beras Bulog harganya masih sama, yaitu Rp11.800.

"Beras itu akan ada beberapa macam dan setiap hari, kan, kami dari Disperindag itu untuk mengupdate harga-harga bahan pokok di Mimika termsuk beras," kata Petrus.

Salah satu tugas Disperindag adalah memantau harga bahan pokok di setiap daerah. Di Mimika, pemantauan harga bahan pokok berpusat di Pasar Sentral.

"Harga untuk hari ini akan mereka sampaikan siang ini, biasanya seperti itu. Terkait harga, kita akan tetap pantau sesuai perintah dari Menteri Perdagangan," pungkasnya. (Martha)