Harga Pakan Ternak Babi Melambung, Apa Solusi Dinas Peternakan?
Kepala Disnak & Keswan Mimika drh Sabelina Fitriani. Foto: Faris/ Papua60detik
Kepala Disnak & Keswan Mimika drh Sabelina Fitriani. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Melambungnya harga pakan akhir-akhir ini di Kabupaten Mimika mencekik para peternak babi.

Mengatasi hal itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) mencari formula pakan yang lebih murah tapi tetap berkualitas.

Kepala Disnak & Keswan Mimika drh Sabelina Fitriani mengatakan telah melakukan uji coba formula pakan yang lebih murah.

"Jadi sebagai pengganti pembelian pakan pabrik yang tidak bisa dipungkiri dari Surabaya harganya memang mahal. Selanjutnya pakan alternatif ini juga mengurangi penggunaan pakan limbah rumah tangga," katanya, Kamis (16/11/2023).

Formula pakan alternatif ini terdiri dari konsentrat, tepung jagung, tepung ikan dedak dan lain-lain. 

"Bentuknya tepung, jadi bahan-bahan itu di mix semua. Nanti kami sampaikan secara resmi komposisinya apa saja terus bagaimana cara pakainya," tuturnya.

Ia mengungkapkan pakan alternatif ini dari segi harga lebih murah, Rp117 ribu per karung. Jauh lebih murah dibanding harga pakan pabrik yang mencapai hampir Rp600 ribu per karung.

Ia mengklaim dengan pakan alternatif ini peningkatan berat badan ternak babi lebih signifikan dibanding pakan limbah rumah tangga. 

"Itu solusi sementara dari kita, nanti ke depan kita libatkan dinas terkait untuk produksi bahan pakan alternatif karena tepung jagung dan tepung ikan masih didatangkan juga dari luar. Nanti bisa lebih murah lagi jika kita sudah bisa produksi tepung jagung dan ikan sendiri," katanya. (Faris)