Helper Logistik Pemilu Unjuk Rasa Tuntut Upah yang Belum Dibayar
Helper logistik Pemilu berunjuk rasa di depan Gedung Eme Neme Yauware, Senin (4/3/2024). Foto; Martha/Papua60detik
Helper logistik Pemilu berunjuk rasa di depan Gedung Eme Neme Yauware, Senin (4/3/2024). Foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Sekelompok warga mengatasnamakan helper logistik Pemilu berunjuk rasa di depan Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Senin (4/3/2024).

Seorang helper logistik Pemilu, Ricky mengatakan, mereka berunjuk rasa untuk menuntut upah mereka yang belum dibayar.

"Kemarin janjinya hari Rabu, setelah itu Jumat, baru sampai hari ini tidak ada, sudah hampir satu bulan," ujar Ricky saat diwawancarai.

Seperti diketahui, pihak ketiga pemenang tender distribusi logistik Pemilu, PT Baliem Papua Logistik.

"Dari tadi kita di sini. Katanya pihak ketiga sudah di perjalanan mau ke sini. Tapi belum sampai-sampai," kata Ricky. 

Ricky menegaskan bahwa hari ini upah mereka sudah harus dibayar. Kalau tidak, mereka akan melapor ke polisi. 

Pantauan lapangan, aparat keamanan memperketat penjagaan di gerbang untuk menjaga dan mengamankan unjuk rasa tersebut agar tak mengganggu proses rekapitulasi suara di dalam gedung Eme Neme Yauware.

Menyikapi unjuk rasa itu, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Ronny Toisuta menegaskan, soal distribusi logistik Pemilu sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak ketiga.

"KPU cuma terima bersih karena kita sudah kerja sama dengan pihak ketiga. Jadi, masalah perjanjian kerja sama antara pihak ketiga dengan pihak lain itu urusan pihak ketiga," kata Ronny. (Martha)