Janji Pemerintah, Masyarakat Tembagapura Mulai Dipulangkan Sabtu Pekan ini
Papua60detik - Setelah terlunta-lunta di Kota Timika hampir satu tahun, ribuan masyarakat Waa Banti, Utikini, Opitawak Distrik Tembagapura akhirnya dapat kabar baik.
Dalam sebuah pertemuan tertutup, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Mimika akhirnya memutuskan proses pemulangan warga ini akan dimulai pada Sabtu, 16 Januari 2021 pekan ini.
Sebelum itu, Pemkab lebih dulu akan melakukan pendataan terhadap mereka yang akan dipulangkan.
"Sesuai keputusan rapat bersama, masyarakat tiga kampung akan dipulangkan. Nanti akan didata oleh tim yang sudah dibentuk kemarin, mana yang akan naik lebih dahulu, mulai yang tua-tua sampai dengan anak muda," kata Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, Kamis (14/1/2021).
Proses pemulangan, kata Bupati, tidak bisa dilaksanakan secara sekaligus karena keterbatasan sarana transportasi.
Eltinus menjanjikan, Pemkab tetap akan memberi bantuan sosial dan logistik terhadap ribuan warga yang mengungsi ke Timika sejak Maret 2020 lalu ini. Termsuk pemerintah akan menyiapkan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
"Nanti setelah dipulangkan baru kita akan berikan bantuan. Bantuan ini nanti disiapkan oleh Pemkab dan PTFI, kita akan bagi tugas," terangnya.
Menurutnya, kondisi keamanan di Tembagapura dan daerah sekitarnya sudah kondusif.
Rencana pemerintah, kata Eltinus, pemulangan akan dilakukan setelah perbaikan sarana dan prasarana di pemukiman Tembagapura. Sesuai lapora tim peninjau banyak sarana dan prasarana yang rusak.
"Kita sebenarnya mau tahan mereka dulu sampai semua siap, tetapi karena mereka desak terus dengan demo dan segala macam itu, kita putuskan mereka harus pulang," tegasnya.
Agar tidak ada komplain di kemudian hari, perwakilan warga akan diminta membuat pernyataan setuju pulang dengan keadaan apa adanya. Bupati tidak mau ada tuntutan ke Pemkab maupun PTFI jika terjadi di belakang hari kemudian.
"Kita juga minta pernyataan kalau ada apa-apa jangan salahkan pemerintah dengan PT Freeport," kata Eltinus. (Fachruddin Aji)