Jumpa Anak-Anak Papua, Jokowi Berikan Kuis Matematika Berhadiah Sepeda

- Papua60Detik

Presiden Joko Widodo bercengkrama dengan anak-anak Papua di Swiss-Belhotel, Kota Jayapura dalam lawatannya ke Papua, Jumat (7/7/2023). Foto: Biro Pers, media dan informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo bercengkrama dengan anak-anak Papua di Swiss-Belhotel, Kota Jayapura dalam lawatannya ke Papua, Jumat (7/7/2023). Foto: Biro Pers, media dan informasi Sekretariat Presiden

Papua60detik - Presiden Joko Widodo menyempatkan bertemu dengan anak-anak Papua di Ballroom Cendrawasih, Swiss-Belhotel, Kota Jayapura dalam lawatannya ke Papua, Jumat (7/7/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memberikan kuis matematika berhadiah sepeda.

"Saya ingin tes kemampuan anak-anak untuk berhitung. Nanti yang jadi jurinya biar Profesor Yohanes. Ini saya lihat anak-anak pintar-pintar banget," ujar Presiden.

"Ya langsung, yang bisa jawab saya beri sepeda. Tapi saya enggak bawa sepeda, nanti saya kirim mungkin besok atau Senin bisa sampai ke sini karena Pak Presiden enggak bawa sepeda, baru ingat tadi malam. Hadiahnya sepeda tapi nanti dikirim sampai ke Membra (Memberamo Raya), sampai ke Biak, sampai ke Sorong, kirim langsung saja," kata Presiden

Para pelajar yang hadir tampak antusias menjawab. Presiden Jokowi kemudian memberikan sejumlah pertanyaan hitung-hitungan, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian. 

"1.800 ditambah 2.100?" tanya Presiden.

"3.900," jawab seorang anak.

"Wah ini cepat banget, boleh lah sepeda satu. Betul, Prof, ya?"

"Penambahan lagi, 12.389 ditambah 33.238?" tanya Presiden.

"45.627," jawab seorang anak.

"Kamu enggak ikut, kok ikut lagi. Menang terus nanti, sudah dapat sepeda. Pintar banget ini. Entar diulang lagi. Siapa namanya?" tanya Presiden.

"Jose," jawab sang anak.

"Jose enggak ikut dulu, entar, cepat banget lagi, nanti saya tanya khusus, sudah dapat sepeda," ungkap Presiden diiringi gelak tawa semua yang hadir.

Menurut Profesor Yohanes Surya, anak-anak tersebut sebelumnya tidak bisa berhitung. Namun, setelah mengikuti program belajar berhitung dengan metode gampang, asyik, menyenangkan (Gasing) yang digagasnya, anak-anak tersebut bisa berhitung dengan cepat.

"Jadi anak-anak ini sebenarnya dilatih dua minggu dari enggak bisa hitung, dua minggu itu sudah bisa hitung," ungkap Profesor Yohanes. (Burhan)




Bagikan :