Kapolda Ungkap Pelaku Penembakan Ramli di Intan Jaya
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Polisi telah mengantongi identitas pelaku penembakan Ramli N R (32) , seorang warga sipil di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya pada Senin (8/2/2021) kemarin.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Undius Kogoya.

Kesimpupan itu merupakan hasil penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan korban yang saat ini dirawat di RSUD Mimika.

Waterpauw bersama petinggi Polda Papua lainnya dan Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata datang melihat kondisi Ramli yang tengah menjalani perawatan medis di RSUD Mimika. Korban saat ini dalam kondisi stabil.

Dari keterangan korban, Waterpauw mengatakan, pelaku memiliki senjata laras pendek yang ia kantongi di dalam baju.

"Identifikasi pelaku sudah didapatkan. Itu KKB pimpinan Undius Kogoya. Pelakunya adalah adik dari Tandi Kogoya yang terlibat dalam kasus penyerangan kantor PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana," ujar Kapolda usai menjenguk korban.

Menurutnya, saksi dan korban mengenali pelaku lantaran kerap beraktivitas di sekitar lokasi yang tidak jauh dari rumah korban.

"Entah apa penyebab hingga terjadi kekerasan," ujarnya.

Tensi situasi keamanan di Papua cenderung naik beberapa waktu terkahir. Tak hanya di Intan Jaya, microwave Palapa Ring tower B4 juga dibakar di Ilaga, Kabupaten Puncak pada  Senin (8/2/2021). Kejadian itu menyebabkan jaringan internet di Ilaga terputus.

Lalu pada Selasa (9/2/2021) lagi-lagi kekerasan terjadi terhadap warga sipil. Seorang tukang ojek bernama Rusman meninggal dunia karena luka tusuk di bagian perut, punggung kiri dan bahu kiri bagian belakang.

Situasi di Ilaga siaga satu. Kontak tembak terjadi pada Rabu (10/2/2021). Beruntung tak ada korban jiwa.

Menyikapi hal itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memerintahkan para personel keamanan untuk segera menindak tegas dan terukur.

Satuan tugas (Satgas) khusus yang dibantu aparat keamanan setempat melakukan penanganan dengan mendeteksi keberadaan para pelaku.

"Mudah-mudahan bisa ditangkap segera. Kalau perintah saya, jelasnya ada dua pilihan yaitu tangkap dia kalau bisa ditangkap, tapi kalau tidak harus ditindak tegas terukur," tegas Kapolda.

Menurutnya, modus KKB baik di Intan Jaya maupun Ilaga sama saja, yakni menduduki wilayah di kampung dan menekan masyarakst terutama aparat kampung.

"Mungkin karena amunisi dan anggaran menipis sehingga mereka melakukan pergerakan perseorangan. Dengan adanya identifikasi itu memeprcepat tim dalam menegakkan hukum mencari dan menangkap segera mungkin," ujarnya. (Salmawati Bakri)