Kaskogabwilhan III: Korban Serangan Kelompok Bersenjata di Yahukimo Bukan Intelijen TNI
Papua60detik - Aksi pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Kaskogabwilhan III Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak menyayangkan terjadinya aksi brutal dilakukan kelompok bersenjata.
Deni menegaskan, korban tragedi Yahukimo itu adalah masyarakat sipil biasa yang setiap hari hidupnya tergantung dari hasil mendulang.
"Tidak ada dari aparat intelijen TNI yang menyamar menjadi pendulang. Mereka murni masyarakat sipil, tidak ada dari TNI maupun Polri, karena biasanya klaim dari TPNPB, seperti lagu lama selalu mengatakan korban adalah mata-mata atau intelijen TNI maupun Polri," ujarnya kepada Papua60detik, Kamis (19/10/2023).
Sejauh ini tercatat 27 orang berhasil dievakuasi, 7 meninggal dunia dan 20 orang selamat, terdapat yang luka ringan, dengan rinciannya 18 orang evakuasi tahap pertama dan selanjutnya berhasil dievakuasi 9 orang.
"Saat ini aparat TNI-POLRI terus berjibaku melakukan penyisiran untuk mencari masyarakat yang mungkin masih ada yang selamat dari pembantaian KST. Demi tegaknya hukum saat ini Aparat TNI sedang melakukan pengejaran terhadap KST pimpinan Asbak Koraneu," imbuhnya.
Sementara itu, Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, pelaku aksi penyerangan terhadap pendulang emas tersebut, adalah pasukan khusus dari dua Kodap, Kodap III Nduga dan Kodap XVI Yahukimo. (Amma)