Kelola Dana Desa, Kampung Nawaripi Fokus Tingkatkan SDM Unggul
Kepala Kampung Nawaripi, Kabupaten Mimika, Norman Ditubun. Foto: Martha/Papua60detik
Kepala Kampung Nawaripi, Kabupaten Mimika, Norman Ditubun. Foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mengalokasikan penggunaan dana desa yang berfokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengatakan, tahun 2025 ini pihaknya mengelola dana desa sebesar Rp 1 Miliar lebih dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp2 miliar lebih.


"Dengan anggaran tersebut kami fokus pada peningkatan SDM yang lebih unggul bagi anak-anak asli Suku Kamoro yang ada di Kampung Nawaripi," kata Norman saat diwawancarai, Rabu (12/06/2025). 


Norman menjelaskan Agustus mendatang, pihaknya akan mengirim anak-anak yang terdiri dari jenjang SD hingga SMA/SMK untuk mengikuti pendidikan di Provinsi Maluku yang dibiayai menggunakan dana desa.


Menurutnya, progam ini sudah berjalan sejak tahun 2023 dengan mengirim empat anak ke Ambon. Sementra untuk tahun ini, 30 anak akan diberangkatkan. Untuk mendukung program ini, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Keuskupan Amboina dalam membimbing anak-anak dan mendapatkan pendidikan di Ambon. 


"Karena anak-anak di Ambon akan tinggal di asrama dan pastor dan biarawati yang menjaga sehingga orang tua tidak perlu kuatir," ujarnya. 


Kata Norman, selain sektor pendidikan, pihaknya juga fokus pembangunan infrastruktur tingkat RT melalui dana desa di mana masing-masing RT mendapatkan anggaran sebesar Rp30 juta.


Kampung Nawaripi terdiri dari 20 RT, sehingga total anggaran yang disiapkan senilai Rp600 juta. Di mana, dana itu akan digunakan untuk berbagai pembangunan seperti saluran air, pemasangan lampu jalan dan kebersihan lingkungan. 


Norman menambahkan, dana desa juga digunakan untuk program swasembada pangan dan bantuan langsung tunai (BLT) bagi keluarga yang masuk dalam kategori miskin ekstrim. Sesuai data ada 40 warga akan menerima BLT tersebut yang masing-masing mendapat Rp300 ribu per bulan. (Martha)