Kematian Ternak Babi Naik Tajam, Penyebabnya Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Kepala Disnak & Keswan drh Sabelina Fitriani. Foto : Faris/Papua60detik
Kepala Disnak & Keswan drh Sabelina Fitriani. Foto : Faris/Papua60detik

Papua60detik - Tingkat kematian ternak babi di Timika belakangan meningkat tajam. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika mencatat, di periode Januari 2024 sudah 177 ekor babi mati.

Penyebab fenomena kematian ternak babi ini belum dipastikan. Virus African Swine Fever (ASF) sebagai penyebab masih dugaan. Kadisnak & Keswan drh Sabelina Fitriani mengatakan, telah mengirimkan sampel darah dan organ bagian dalam babi yang mati untuk diperiksa di Jayapura.

"Kita masih menunggu hasil laboratorium, besok kita sudah tahu," kata Sabelina, Kamis (25/01/2023).

Pemerintah Kabupaten Mimika telah melarang lalu lintas ternak babi olahannya dari luar daerah untuk mencegah penyebaran virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Disnak & Keswan Mimika fokus ke pengiriman dari wilayah Makassar - Sulawesi Selatan.

Secara ekonomi, ASF ini bisa sangat merugikan peternak. ASF menyerang ternak babi dengan tingkat kesakitan dan kematian mencapai 100 persen.

Hingga saat ini, katanya, belum ditemukan obat ataupun vaksin untuk menyembuhkan maupun mencegah penyakit ASF. (Faris)