Kesbangpol Pakai Tiga Forum ini Untuk Awasi Warga
Papua60detik - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika terus melakukan pengawasan terhadap aktifitas masyarakat.
Kepala Kesbangpol Mimika, Yan Selamat Purba mengatakan, pengawasan dilakukan untuk mencegah masuk dan berkembangnya paham radikalisme.
Tiga forum yang dipakai mengawasi warga sebutnya, yaitu Forum Pembaharuan Kebangsaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
"Tiga forum itu yang siap membantu pemerintah dalam mengawasi pergerakan itu (radikalisme) dan terus melakukan sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Forum itu juga pastinya berkoordinasi dengan pihak keamanan," ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjannya, Jumat (19/02/2021).
Selain memanfaatkan tiga forum itu, Kesbangpol juga terus berkoordinasi dengan TNI - Polri.
"Radikalisme di setiap daerah pasti ada termasuk Mimika, hanya belum terdeteksi. Dan sejauh ini belum ada informasi terkait adanya pergerakan itu," ungkapnya
Menurut Yan, radikalisme dapat terdeteksi setelah mempengaruhi banyak orang atau suatu kelompok.
"Simpatisan mungkin ada, tetapi belum terlihat, dan ini yang menjadi kesulitan dalam mendeteksinya," kata Yan.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM atau Menko Polhukam, Mahfud MD menjelaskan radikalisme bisa memiliki dua arti, baik dan buruk.
Radikalisme yang baik adalah suatu tindakan berpikir secara substantif mendasar untuk menyelesaikan persoalan
Sementara radikalisme jelek atau buruk, menurutnya, adalah sikap kekerasan yang ingin mengubah sistem pemerintahan.
Definisi radikalisme buruk ini mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2020 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
"Di situ disebutkan, bahwa radikalisme itu tindakan melawan hukum untuk mengubah sistem. Bukan secara gradual melainkan secara radikal, dengan cara kekerasan," jelasnya seperti dikutip dari m.merdeka.com. (Fachruddin Aji)