Ketua DAD Nilai Penembakan di MP60 Berlebihan
Papua60fetik - Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika, Vinsent Oniyoma ikut menyoroti penembakan RR pada 5 Juli 2025 oleh oknum anggota Satgas Amole I di area MP60 PT Freeport Indonesia (PTFI).
Pada peristiwa itu, RR ditembak delapan kali di paha kiri dengan peluru karet. Selain RR, rekannya LS juga terluka terkena tembakan aparat. Keduanya saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
Menurut Vinsent Oniyoma, kejadian itu menimbulkan kekhawatiran serius mengenai strategi keamanan yang diterapkan di PTFI.
Meskipun PTFI mengklaim para penambang itu mencuri baik pipa konsentrat aktif maupun non aktif, sebuah pelanggaran serius yang membahayakan aset nasional, tapi bagi DAD tindakan aparat berlebihan.
"Dugaan penggunaan kekerasan berlebihan, termasuk laporan pemukulan dan pencegahan kunjungan keluarga ke rumah sakit hingga adanya intervensi media, adalah hal yang tidak dapat diterima. Kami meminta penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas insiden ini untuk memastikan apakah tindakan tersebut proporsional dengan dugaan kejahatan. Hak untuk hidup dan proses hukum yang adil harus dihormati untuk semua individu, terlepas dari tindakan yang dituduhkan," kata Vinsent Oniyoma dalan keterangan tertulis, Rabu (9/7/2025).
Penting melindungi aset dan infrastruktur PTFI. Tapi menurutnya, langkah-langkah keamanan harus diimplementasikan dengan cara menghormati hak asasi manusia dan menghindari penggunaan kekerasan berlebihan.
DAD lantas merekomendasikan tinjauan komprehensif protokol keamanan PTFI Tinjauan ini menurutnya harus berfokus pada teknik de-eskalasi dan memastikan kepatuhan terhadap standar hak asasi manusia internasional.
Selain itu, perlu dilakukan penyelidikan yang adil dan transparan, termasuk dugaan penggunaan kekerasan berlebihan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
DAD mendesak semua pihak yang terlibat untuk memprioritaskan dialog dan kolaborasi untuk menemukan solusi berkelanjutan yang melindungi kepentingan PTFI dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Menurutnya, solusi berkelanjutan membutuhkan komitmen untuk menghormati hak asasi manusia dan supremasi hukum. Penting untuk menghormati nilai-nilai kemanusian terhadap siapa saja, tidak terkecuali.
"Timika ini tempat orang dari berbagai daerah datang mencari nafkah, baik itu profesi sebagai pendulang, bahkan karyawan Freeport dan lain-lain. Saya berharap kami semua menjaga rumah kita bersama ini dengan baik, Tanah Amungsa, Bumi Kamoro Wilayah Sempan yang kami cintai ini," tutup Vinsent Oniyoma.
Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Mimika menetapkan satu tersangka berinisial M pada kasus pencurian konsentrat PTFI di MP60 Mimika.
"Kami sudah menetapkan satu tersangka, sementara yang dua lagi (RR dan LS) belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan di rumah sakit. Jadi yang kami tetapkan adalah M," ujar Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria, Selasa (8/7/2025) malam.
Sementara, polisi masih melakukan pengembangan terhadap tiga orang lainnya yang berhasil kabur, mereka adalah S, R dan A.
Terkait dengan penembakan yang dilakukan oleh anggota Satgas Amole pihaknya masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)
"Kami juga sudah periksa anggota Satgas sebagai saksi pada saat kejadian, sekitar 6 orang kami periksa," kata Rian. (Burhan)