Ketua Poksus DPRK Mimika: Dana Otsus Besar, Tapi Tidak Terlihat Dampaknya
Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRK Mimika, Abrian Katagame, bersama masyarakat distrik tembagapura Foto: Faris/Papua60detik
Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRK Mimika, Abrian Katagame, bersama masyarakat distrik tembagapura Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik – Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRK Mimika, Abrian Katagame, menyoroti pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025 yang dinilainya belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat asli Papua.

Abrian mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan menyangkut pelaksanaan dan penggunaan dana Otsus, dan menemukan banyak hal yang perlu segera dibenahi.

“Kami sudah menerima laporan terkait penggunaan dana otsus 2025. Kami melihat banyak hal yang perlu diperbaiki. Realisasi dan peruntukannya harus benar-benar diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat Papua itu sendiri,” tegasnya, Senin (24/11/2025)

Menurutnya, hingga kini besarnya anggaran Otsus tidak berbanding lurus dengan capaian pembangunan dan peningkatan taraf hidup orang asli Papua di Mimika. Ia menilai sejumlah dinas teknis masih menjalankan program tanpa inovasi dan hanya berfokus pada proyek semata.

“Ke depan, kami berharap dinas-dinas teknis melakukan inovasi untuk mengejar ketertinggalan. Bukan hanya mengejar proyek. Selama ini banyak hal tidak diperhatikan sehingga tidak ada terobosan yang memajukan masyarakat asli Papua,” ujar Abrian.

Ia menekankan pentingnya menempatkan pejabat yang memahami akar persoalan lokal untuk mengelola anggaran Otsus, terutama mereka yang lahir dan besar di Mimika.

“Kami berharap ke depan, pengelola dana Otsus adalah orang asli Papua atau mereka yang benar-benar memahami realitas di Mimika. Dengan begitu, program yang dijalankan bisa tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Abrian menegaskan, meski angka anggaran Otsus cukup besar setiap tahun, realisasi lapangan masih belum jelas bagi publik.

“Kami melihat anggarannya sangat besar, tapi realisasi selama ini kami tidak tahu sampai di mana. Ini yang harus dibuka dan dibenahi,” tutupnya. (Faris)