Keuskupan Timika Kirim Bantuan ke Bilogai, Polda Papua Bantah Ada Pengungsi
Keuskupan Timika mengirimkan sembako ke pengungsi di Bilogai, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membantah ada pengungsi di sana.
Keuskupan Timika mengirimkan sembako ke pengungsi di Bilogai, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membantah ada pengungsi di sana.

Papua60detik - Papua60detik - Gereja Katolik Keuskupan Timika mengirimkan sembako 1,2 ton bagi para pengungsi di Gereja dan Pastoran Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (23/02/2021).

Pengiriman bantuan ini adalah yang perdana. Pengiriman berikutnya segera menyusul.

Tapi di hari yang sama, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal lewat rilis tertulisnya, menepis adanya warga yang mengungsi di Kabupaten Intan Jaya pasca konflik bersenjata di sana.

"Ketika terjadi peristiwa tersebut, masyarakat sempat mengamankan diri ke Gereja. Tetapi pasca kejadian itu warga kembali ke rumah masing-masing. Bupati Kabupaten Intan Jaya dan Kapolres Intan Jaya langsung memberikan sembako kepada warga masyarakat dan saat ini tidak ada pengungsian di Kabupaten Intan Jaya," kata Kamal.

Ia menambahkan, aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan pengamanan dan patroli di beberapa titik guna memastikan situasi di Intan Jaya tetap kondusif. Masyarakat setempat pun melakukan aktivitas seperti biasanya.

Sementara Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika, Saul Wanimbo, menyebut, warga yang saat ini mengungsi di kompleks Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya sebanyak seribuan jiwa lebih. Sebagian adalah anak-anak.

“Memang sebagian ada yang pulang ke kampung namun kembali lagi untuk berlindung di kompleks Paroki Bilogai karena situasi keamanan belum kondusif,” ungkapnya, Selasa (23/02/2021).

Saul mengungkapkan, warga Intan Jaya memilih mengungsi sejak pertengahan 2020 lalu. Mereka memilih mengungsi ke sejumlah kabupaten tetangga seperti ke Nabire dan Paniai termasuk di Timika.

Warga mengungsi karena semakin memanasnya konflik bersenjata antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM di Intan Jaya.

Dalam situasi Intan Jaya saat ini kata Saul, mustahil bagi masyarakat untuk berkebun, karenanya keuskupan masih tetap mengharapkan kerelaan semua pihak membantu meringankan beban masyarakat Intan Jaya di tempat pengungsian dengan memberikan sumbangan baik berupa uang tunai maupun sembako.

Pada Sabtu (14/02/2021) lalu, Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuayo Pr mengeluarkan surat permohonan bantuan ke paroki-paroki di wilayah Keuskupan Timika.

Surat itu meminta partsipasi dan dukungan serta solidaritas umat Katolik membantu para warga yang mengungsi di Gereja dan Pastoran Paroki Santo Misael Bilogai dan juga pengungsi warga Intan Jaya yang sementara ditampung di paroki Santo Antonius Bumiwonorejo. (Salmawati Bakri)