KNPB Wilayah Dogiyai Lantik Pengurus Sektor Ekaudide, Songsong Agenda MSN
Ferry Dogomo kiri serahkan SK kepada pengurus baru Ekaudide Lukas Goo. Foto : Dok KNPB for Papua60detik
Ferry Dogomo kiri serahkan SK kepada pengurus baru Ekaudide Lukas Goo. Foto : Dok KNPB for Papua60detik

Papua60detik - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiyai menggelar pelantikan pengurus sektor Ekaudide pada Jumat (18/7/2025).

Kegiatan penting ini berlangsung sebagai bagian dari upaya membangun dan memperkuat semangat serta kekuatan rakyat dalam menghadapi agenda Mogok Sipil Nasional (MSN).

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Badan Pengurus Wilayah (BPW) KNPB Dogiyai, yang dalam hal ini diwakili oleh Ferry Dogomo, dan menetapkan kepengurusan baru sektor Ekaudide di bawah komando Lukas Goo.

Lukas Goo menyatakan tekadnya terlibat aktif dalam perjuangan bersama rakyat. Ia mengingatkan para aktivis untuk menjaga diri dan menghindari aktivitas yang membahayakan nyawa. 

"Belum tentu anak cucu kita akan meneruskan perjuangan ini, karena itu kita yang harus menentukan nasib bangsa ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi," ujar Lukas Goo keterangan tertulisnya yang di terima Papua60detik, Sabtu (19/7/2025) malam. 

Ketua Umum KNPB Wilayah Dogiyai, Ferdy Ernestho Madai menyambut hangat kehadiran pengurus sektor yang baru dan peran strategis KNPB sebagai wadah mediasi rakyat dalam Gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat.

"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terbentuknya sektor baru ini. Kami, pengurus wilayah, akan terus mengontrol dan mendampingi basis-basis KNPB di Dogiyai untuk mewujudkan impian rakyat Papua," katanya. 

Ia mengingatkan, aktivis KNPB harus menjauh dari segala bentuk kesenangan sesaat yang dapat mengancam perjuangan dan keselamatan diri.

Lebih lanjut, Madai menyerukan kepada pengurus yang baru untuk patuh terhadap prinsip dan aturan organisasi 

Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan perluasan basis rakyat sebagai langkah strategis menuju pelaksanaan MSN, yang diyakini sebagai solusi terbaik mengakhiri penindasan dan kekerasan di tanah Papua.

"Tanah Papua adalah milik orang Papua. Maka kita semua wajib terus berjuang mempertahankan kebebasan dan mewujudkan kemerdekaan West Papua," pungkasnya. (Elias Douw)