Konflik di Kwamki Narama Kembali Pecah Pendeta Jadi Korban
Papua60detik - Konflik antar kelompok di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, kembali terjadi. Konflik sempat mereda melalui kesepakatan damai dan pembayaran denda adat pada awal bulan lalu kini kembali pecah san menelan korban jiwa.
Tragisnya, korban kali ini adalah seorang pendeta. Sosok yang turut berperan menengahi konflik pertama. Pendeta tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Senin, 3 November, setelah menjadi sasaran dalam bentrokan terbaru.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, satu orang meninggal dunia, yakni seorang pendeta. Namun situasi saat ini masih terkendali dan kondusif. Sejak pekan lalu personel kami sudah disiagakan, melakukan patroli dan menjaga area sekitar Kwamki,” ujar Kapolres.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menahan diri agar situasi tidak kembali memanas.
“Kami mohon masyarakat Kwamki Narama jangan mudah terpengaruh. Konflik ini sudah lama dan sudah pernah diselesaikan. Mari kita hadapi dengan kepala dingin. Jika ada hal yang perlu disampaikan, kami siap 24 jam untuk memfasilitasi mediasi,” tambahnya.
Terkait motif bentrokan, polisi menduga masih ada pihak yang belum menerima hasil kesepakatan damai sebelumnya.
“Diduga ada kelompok yang belum puas. korban justru dari seorang tokoh agama. Ini sangat kita sayangkan,” ucapnya.
Pihak kepolisian kini fokus pada penegakan hukum, selain tetap menghormati proses penyelesaian secara adat.
“Hukum adat tetap berjalan, tetapi hukum negara juga harus ditegakkan. Kami akan kejar pelaku dan provokatornya. Tidak ada ruang bagi pembuat rusuh di Kwamki Narama,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan konflik ini tidak bisa hanya dibebankan pada aparat keamanan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda Mimika, Pak Bupati, serta Ketua DPR. Karena konflik ini juga melibatkan warga dari Kabupaten Puncak, maka penyelesaiannya harus melibatkan kedua daerah. Kepolisian siap mengamankan, tapi akar masalahnya harus diselesaikan bersama,” pungkasnya. (Eka)