Kontak Tembak Kembali Terjadi di Papua
Aparat keamanan melakukan pengecekan keberadaan KKB di Tembagapura. Foto: Polsek Tembagapura
Aparat keamanan melakukan pengecekan keberadaan KKB di Tembagapura. Foto: Polsek Tembagapura

Papua60detik - Kontak tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan aparat keamanan TNI-Polri kembali terjadi di beberapa wilayah Papua.

Kontak tembak terjadi di sekitar Mile 53, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Minggu (28/1/2021) sekitar pukul 10.30 WIT. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mengungkapkan, aparat keamanan patroli di hutan sekitar mile 53 dan melihat enam orang diduga KKB pimpinan Joni Botak di seberang sungai membawa dua pucuk senjata api.

"Terlihat sekelompok KKB mengeluarkan senjata M16 sama AK 47. Melihat itu, tim yang melakukan pengamanan di wilayah PT Freeport melakukan tindakan  dengan melakukan tembakan balasan secara terarah," ujarnya saat ditemui di Mapolres Mimika Jalan Agimuga Mile 32, Senin (1/3/2021).

Laporan yang ia terima, salah satu anggota KKB terkena tembakan di bagian kaki.

Namun karena lokasinya berjauhan sehingga aparat keamanan harus mencari bagian sungai yang dangkal untuk menyeberang dan melakukan pengejaran.

"Kontak tembak berhenti setelah KKB lari masuk ke hutan. Sampai saat ini aparat masih berusaha menuju lokasi tempat dimana KKB melakukan tembakan," katanya.

Ia memastikan situasi di wilayah hukumnya sampai saat ini masih kondusif.

"Mereka (KKB) berusaha masuk kembali ke wilayah PT Freeport dan pemukiman masyarakat tapi kita akan cegah itu," katanya.

Tak hanya di Mimika, di hari yang sama, kontak tembak juga terjadi di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan jaya sekitar pukul 00.15 WIT.

Dalam rilis Kogabwilhan III, diungkapkan terdapa satu orang anggota Kelompok separatis bersenjata (KSB) berhasil dilumpuhkan sementara satu orang lainnya melarikan diri.

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, korban yang belum diketahui identitasnya itu sudah diserahkan kepada tokoh masyarakat kampung Titigi.

"Kejadian itu terjadi saat pergerakan pasukan. Tidak ada korban dari TNI. Yang bersangkutan adalah dari KSB, selain tak dikenal warga dilokasi kejadian, tidak mungkin warga yang baik menembaki pergerakan aparat TNI di tengah malam" ujarnya.

Kelompok sipil bersenjata di Papua ini menyebut diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Meredeka (TPNPB-OPM).

Tapi Polri meyebut mereka Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sementara TNI menyebutnya Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Belakangan, kata kriminal dihilangkan, jadi KSB saja. (Salmawati Bakri)