KPU Mimika Minta Maaf Atas Insiden Pelarangan Liputan Pelipatan Kertas Suara
Papua60detik - Sekertaris KPU Mimika Ronny Toisuta menyampaikan permohonan maaf atas insiden pelarangan wartawan meliput proses pelipatan surat suara presiden pada Pemilu 2024 di kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, Timika, Kamis (11/1/2024).
"Dari awal kita tidak tertutup, intinya kita beri akses untuk peliputan mengenai logistik, bapak/ibu wartawan juga tahu selama pembongkaran logistik kan juga liput, termasuk lipat surat suara ini, mohon maaf ada salah paham," ujar Ronny di kantor KPU Mimika.
Baca Juga: Natalis Tabuni Nakhodai Nasdem Papua Tengah
"Maksud saya teman-teman wartawan bisa ambil gambar tapi areanya terbatas, mohon maaf juga saya tadi ada kegiatan lain. Saya dari KPU Mimika mohon maaf buat teman-teman wartawan yang mungkin sudah pulang. Dan saya baru datang. Intinya areanya terbatas. Mungkin teman-teman tidak bisa lama-lama dan intinya kita bisa untuk diambil dokumentasi," sambungnya.
Sebelumnya, sejumlah wartawan media online dan cetak di Timika dapat larangan saat ingin meliput proses pelipatan surat suara presiden di kantor KPU Mimika.
Pelipatan surat suara di hari terakhir itu dijadwalkan pukul 16.00 WIT. Sejak pukul 15.20 WIT, wartawan sudah menunggu di kantor KPU.
Pelipatan surat suara dilakukan di lantai dua Kantor KPU Mimika. Dua wartawan sudah siap mengabadikan momen pelipatan itu.
Tiba-tiba salah satu staf KPU menegur wartawan agar turun ke lantai satu dan tidak diperkenankan untuk meliput. Alasannya, standar operasional prosedur (SOP) dari pimpinan KPU sudah seperti demikian.
Per hari ini, KPU telah melakukan pelipatan surat suara presiden dilanjutkan ke surat suara DPD RI.
"Sebanyak 242,224 ribu surat suara presiden dan DPD RI yang sedang dan akan dilipat. Surat suara presiden dan DPD RI, jumlahnya sama," kata Ronny. (Eka)