Loka POM Mimika Konsultasi Publik Jaring Masukan Peningkatan Layanan
Loka POM Mimika konsultasi publik meningkatkan kepuasan masyarakat melalui pelayanan publik yang optimal. Kegiatan berlangsung di Hotel Ultima Mimika, Selasa (03/06/2025). Foto: Martha/ Papua60detik
Loka POM Mimika konsultasi publik meningkatkan kepuasan masyarakat melalui pelayanan publik yang optimal. Kegiatan berlangsung di Hotel Ultima Mimika, Selasa (03/06/2025). Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Loka POM Mimika konsultasi publik meningkatkan kepuasan masyarakat melalui pelayanan publik yang optimal. Kegiatan berlangsung di Hotel Ultima Mimika, Selasa (03/06/2025). 

Melalui kegiatan ini, Loka POM berharap masyarakat memberikan usulan, masukan dan saran untuk peningkatan layanan publik di Mimika. Tujuannya mewujudkan akuntabilitas kinerja, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Loka POM serta meningkatkan sinergi dengan lintas sektor. 

Forum konsultasi publik ini mengikutsertakan pengguna layanan, ahli, praktisi, akademisi, instansi terkait, organisasi masyarakat sipil dan media massa dalam penyusunan atau evaluasi standar pelayanan publik. 

Kepala Loka POM Mimika, Rudolf Surya Panduwinata Bonay  dalam materinya menjelaskan ada beberapa produk yang berada dalam pengawasan BPOM, yaitu pangan, kosmetik, obat dan makanan, obat tradisional, rokok, kosmetik, produk teraptik, produk komplemen suplemen kesehatan dan obat kuasi. 

Loka POM melakukan beberapa prosedur sebelum memberikan izin edar pada sebuah produk. Mulai dari penerapan cara produksi pangan olahan yang baik serta prosedur yang benar untuk mencegah terjadinya maladminstrasi. 

"BPOM melakukan pengawasan sebelum dan selama produk obat dan makanan beredar untuk memastikan keamanan suatu produk," ujarnya. 

Pada sesi diskusi, Loka POM mendapat beberapa masukan dari peserta antara lain terkait perluasan jangkauan pengawasan, peningkatan efisiensi proses perizinan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan.

Kegiatan ini juga bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap izin edar suatu produk. Termasuk mensosialisasikan alur penerbitan izin edar dan tata cara pelaporan. (Martha)