Mahasiswa Uswim Nabire Tolak Kebijakan Pelunasan SPP Sebelum Wisuda, ini Kata Rektor
Mahasiswa unjuk rasa di depan kantor rektorat USWIM Nabire. Foto: Elia Douw/ Papua60detik
Mahasiswa unjuk rasa di depan kantor rektorat USWIM Nabire. Foto: Elia Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Ratusan mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire, Senin (20/10/2025) unjuk rasa menyatakan penolakan terhadap kebijakan baru rektorat yang mewajibkan mahasiswa melunasi seluruh biaya kuliah dan uang pembangunan sebelum mengikuti wisuda pada 13 November 2025.

Mahasiswa menilai kebijakan tersebut memberatkan dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi sebagian besar mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga sederhana. 

"Kami khawatir aturan ini juga akan berdampak pada mahasiswa aktif maupun calon mahasiswa baru di tahun-tahun berikutnya," tegas Kordinator Lapangan, Gideon Pigai.

Mahasiswa menuntut pihak kampus segera mencabut kebijakan tersebut dan mengembalikan sistem lama yang dinilai lebih adil serta fleksibel.

“Kebijakan ini sangat memberatkan kami yang sedang bersiap untuk wisuda. Banyak teman-teman belum bisa melunasi karena situasi ekonomi keluarga,” ujar mahasiswa semester akhir itu. 

Mereka meminta pihak kampus membuka ruang dialog bersama mahasiswa. Jika tuntutannya tak dipenuhi, mahasiswa mengancam menggelar aksi lanjutan.

Menanggapi protes tersebut, Rektor Uswim Nabire, Petrus Tekege mengatakan, kebijakan baru itu bukan untuk memberatkan mahasiswa, melainkan untuk menertibkan administrasi akademik.

Menurutnya, lebih dari 600 ijazah yang belum diambil karena mahasiswa belum melunasi kewajiban keuangan. 

"Dari dispensasi yang diberikan tahun sebelumnya, hanya 66 orang yang datang mengambil ijazah," ujar Petrus Pakage dalam wawancara di ruang kerjanya. 

Katanya, kebijakan ini dimaksudkan agar kasus serupa tidak terulang bagi mahasiswa angkatan berikutnya. 

"Akhirnya mereka sulit melamar kerja. Itu yang saya sayang. Masa sudah wisuda tapi ijazah belum di tangan, lalu menganggur," kata Petrus.

Katanya mahasiswa yang melunasi tunggakan bisa langsung bawa pulang ijazah setelah wisuda.

Menanggapi ancaman mahasiswa yang akan memalang kampus bila tuntutan diabaikan, rektor memberi alternatif pelunasan hingga 11 November 2025.

"Tanggal 11 November kalian yang mau wisuda silakan ketemu saya. Intinya, mulai hari ini sampai tanggal 11 November kalian berusaha. (Elia Douw)