Mama-Mama di Kokonao Keluhkan Masalah Mabuk-Mabukan
Papua60detik - Warga Kokonao Distrik Mimika Barat keluhkan betapa tidak amannya mereka merayakan Natal karena gangguan orang mabuk.
Keluhan itu disampaikan mama bernama Maria Anita Mutaweyau saat dialog dengan Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Senin (29/12/2025).
Katanya, karena situasi itu, ibu dan anak hidup dalam ketakutan. Mereka bahkan harus meninggalkan rumah, menyelamatkan diri.
"Di hari Natal kita tidak tertawa. Dari tanggal 1 Desember karena orang mabuk. Semua kita mengungsi, kita lari kiri kanan. Sampai hari ini bapak datang, kita semua masih tegang, kita tidak pegang tangan," ujar Anita saat sesi tanya jawab disambut teriakan mama-mama lain.
Ia pun meminta agar tujuh kepala kampung membantunya menyita minuman. Apalagi sebentar lagi, perayaan tahun baru, Anita ingin wilayah Koukonao aman.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Mimika Barat, Ipda Jamaludin yang hadir pada dialog tersebut mengakui kesulitan menangani peredaran Miras di wilayah kerjanya.
Beberapa kali polisi operasi pengamanan dan proses hukum pelaku peredaran Miras, namun upaya tersebut belum memberikan efek jera.
Selain itu, ia mengaku terkendala keterbatasan jumlah personel serta belum tersedianya kantor Polsek dengan fasilitas standar, seperti ruang tahanan. Akibatnya, setiap pelaku yang ditangkap harus dibawa ke Timika untuk proses hukum.
"Saya sudah pernah informasikan, siapapun penjualnya akan saya tangkap dan proses. Tetapi Bapa-Bapa sembunyikan toh, karena kalian punya kepentingan dan kalian punya keluarga," kata Jamaludin.
Katanya, fenomena mabuk-mabukan sering terjadi setiap akhir tahun dan saat dana kampung cair. Ia berharap masyarakat turut membantu kepolisian menjaga keamanan.
"Bapa-Bapa dan Mama-Mama, keamanan memang tanggung jawab kepolisian, tetapi tanpa keterlibatan masyarakat, tidak akan berjalan maksimal. Kalau kita tanya siapa penjualnya, kalian tidak mau kasih tahu. Tunggu mabuk baru mereka datang," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob menyoroti kebiasaan minum bersama antara orang tua dan anak seringkali berujung pada kekerasan. Ia pun menegaskan kepada kepala kampung untuk mengawasi ketat warganya.
"Kepala kampung yang mabuk- mabuk, kita tidak akan perpanjang, kita ganti orangnya. Nanti mama-mama yang kasih tahu. Kita harus lihat kepala kampung sudah betul. Dana desa turun, kamu harus kelola untuk masyarakat," pungkasnya.
Bupati mengatakan di tahun 2026, Pemkab berencana membangun tiga kantor Polsek dengan standar memadai di wilayah Kokonao, Jila, dan Agimuga. Selain itu, penambahan personel juga akan dibahas dengan Kapolres. (Martha)