Manfred Nawipa Desak Investigasi Penembakan Warga Sipil di Dogiyai
Papua60detik - Anggota DPRK Dogiyai, Manfred Nawipa, mengecam keras insiden penembakan terhadap seorang warga sipil bernama Yoneas Yobe yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) lalu.
Korban Yoneas Yobe dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian dagu dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi korban disebut masih kritis dan membutuhkan penanganan medis secara serius.
“Kondisinya masih kritis dan sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” kata Nawipa dalam keterangan tertulisnya kepada Papua60detik.id Jumat (6/3/2026) sore.
Versi Manfred Nawipa, peristiwa tersebut bermula ketika dua pemuda setempat sedang berbelanja di sebuah kios di wilayah Dogiyai. Kedua pemuda tersebut membeli beras dan rokok.
Situasi kemudian berubah tegang setelah pemilik kios menuduh barang yang dibeli belum dibayar. Ketegangan antara kedua pihak sempat memicu keributan hingga aparat keamanan turun tangan untuk mengendalikan keadaan di lokasi kejadian.
Dalam situasi tersebut, Yoneas Yobe dilaporkan terkena tembakan pada bagian dagu.
Manfred menilai tindakan aparat yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, penggunaan senjata api oleh aparat negara harus dilakukan secara terukur serta mengikuti prosedur hukum.
“Saya sangat mengecam tindakan TNI-Polri yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegas Manfred.
Ia mendesak kasus itu ditangani secara serius dan diinvestigasi secara objektif oleh pihak berwenang.
“Kasus ini harus diadvokasi secara serius dan ditangani secara objektif karena menyangkut penggunaan alat negara terhadap warga sipil,” ujar Manfred.
Manfred berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara transparan untuk memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Manfred menyebut situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai saat ini telah kembali kondusif dan masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa. (Elia Douw)