Massa Anarkis, Komisioner KPU Mimika Disandera
Simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) menjelang Pemilu 2024 di Jalan WR Soepratman, Senin (16/10/2023). Foto: Amma/ Papua60detik
Simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) menjelang Pemilu 2024 di Jalan WR Soepratman, Senin (16/10/2023). Foto: Amma/ Papua60detik

Papua60detik – Sejumlah massa dari salah satu Bakal Calon Presiden 2024 ditangkap Polres Mimika lantaran melakukan tindakan anarkis dengan melempari aparat keamanan, melakukan pembakaran hingga menyandera salah satu komisioner KPU Mimika, Senin (16/10/2023).

Hal tersebut semua dilakukan dalam simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) menjelang Pemilu 2024 di Jalan WR Soepratman tepatnya depan kantor Satlantas Polres Mimika.

Salah satu Bacapres yang diperankan oleh Ipda Hempy Ona mendapat pengawalan ketat ketika hendak berkampaye. Namun, massa sudah menunggu dan melakukan penolakan. Terjadi aksi dorong hingga melawan petugas. 

Massa yang dianggap sebagai provokator pun ditangkap. Sebagian massa tidak terima temannya ditangkap, mereka mulai membuat kegaduhan di TPS 01 Mimika. 

Massa kian anarkis dengan menghancurkan pertahanan Polres Mimika. Massa melempari aparat yang mengeluarkan tembakan peringatan gas air mata. Dalam simulasi tersebut terjadi kesalahan teknis hingga menyebabkan beberapa personel Samapta muntah-muntah akibat terkena gas air mata.

Situasi kemudian terkendali. Simulasi tetap berlanjut dengan adegan pengamanan yang dibackup oleh Satbrimob Batalyon B Pelopor Polda Papua. Dengan sigapnya personel Brimob memukul mundur massa yang semakin memanas usai membakar gudang logistic KPU Mimika. 

Korban berjatuhan namun berhasil diselamatkan tim medis.

Salah satu komisioner KPU pun ikut ditangkap dan disandera. Usai menerima laporan tersebut, personel Brimob pun turun membebaskan sandera. 

Menariknya, ada dua sniper yang sigap menembak mati terduga penyandera dan menjinakkan paket yang diduga berisikan bom.

Personel gabungan TNI Polri pun melakukan patroli untuk memastikan situasi dalam kondisi aman dan kondusif.

“Potensi kerawanan pasti ada, dalam pengamanan akan kita klasifikasika tingkat kerawanan dari warna hijau hingga merah. Jadi itu sejalan dengan pola pengamanan, kalau potensi agak rawan jumlah personel akan kita lihat sesuai eskalasi peningkatannya seperti apa,” ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra saat ditemui usai simulasi.

Ia menyebut, hingga kini belum ada pasukan BKO dari luar daerah yang nantinya akan membantu pengamanan Pemilu 2024.

“Sementara belum ada,” ujarnya. (Amma)