Melihat Serunya Tim Happy Ballers Menjajal Venue Basket MSC
Papua60detik - Penonton seperti tak berhenti bersorak sejak Tim Happy Ballers memasuki arena basket di Mimika Sport Complex (MSC), Sabtu (08/02/2020).
Selain permainan mereka yang ciamik, tim basket yang beranggotakan sederet selebriti dan mantan pebasket profesional ini tampil sangat menghibur.
Penonton yang memdati dua sisi tribun MSC penuh riuh dan tawa melihat aksi mereka di atas lapangan.
Personel Happy Ballers yang sempat hadir di MSC yakni, dua pemain berparas menawan, Olivia Zalianty dan Maria Selena. Pemain lainnya, yaitu Richard Insane, Mario Lawalata, Romy Chandra, Augie Fantinus, Rico Ceper, Bams, Andy Batam dan Choky Sitohang.
Bertajuk 'fun games', Happy Ballers hari itu meladeni permainan Freeport Basketball Team dan Timika Basketball Community yang notabene adalah anggota dari Perbasi Mimika. Selisih poin di scoring board tak jadi soal, yang penting main basket dan fun.
Tak hanya bermain, Happy Ballers juga berbagi hadiah bagi penonton yang bisa menaklukkan tantangan.
Di ujung penampilannya, mereka bahkan menyempatkan diri memberi coaching clinic singkat bagi pebasket-pebasket muda Timika.
"Mimika Sport Complex adalah salah satu tempat bermain basket terbaik. Bukan saja di Papua tapi menurut saya di Indonesia timur karena lapangan ini dibuat dengan spek yang detil, dibuat khusus untuk PON. Kita patut menghargai usaha yang dibangun oleh PT Freeport," kata Choky Sitohang melukiskan pengalamannya menjajal lapangan Basket MSC.
Umum diketahui MSC dibangun oleh PT Freeport Indonesia sebagai dukungan bagi pembinaan talenta olahraga anak-anak Papua. Secara khusus, kompleks olahraga ini dibangun sebagai arena pertandingan PON XX 2020.
Di MSC terdapat dua venue olahraga, bola basket dan atletik yang berstandar internasional. Sebagai kompleks olahraga, MSC juga telah dilengkapi fasilitas penginapan atlet.
"Semua masyarakat di Papua, Timika terutama harus menjaga fasilitas ini," pesan Mario Lawalata.
Manager Human Resources PT Freeport Indonesia, Nikodemus Purba menyebut, MSC mulai dibangun pada 2013 lalu di atas lahan seluas 12,5 hektar. Biaya pembangunannya berkisar 33 juta US dolar.
"Nah itulah kontrihusi PT Freeport Indonesia. Kita semua berharap PON terselenggara dengan baik. Mari kita harumkan Indonesia dari Papua," ajak Nico.
Bagaimanapun, MSC saat ini telah jadi salah satu gedung ikonik di Timika. Kompleks olahraga ini telah jadi kebanggaan warga Timika.
"Terima kasih kepada PT FI yang telah menyiapkan gedung yang megah ini," kata Ketua Perbasi Mimika, Cessar Avianto Tunya.
Pemanfaatan venue basket MSC tak akan berhenti pada PON XX 2020. Cessar mengungkap, Usai digunakan pada PON nanti, venue basket MSC akan jadi arena pertandingan IBL. Mimika rupanya sedang menyiapkan satu tim basket profesional yang akan ikut pada IBL.
"Kita doakan, setelah PON, tahun depan kita akan punya tim profesional di Mimika. Ini semua akan didukung penuh oleh Bupati Mimika, bapak Eltinus Omaleng," ungkapnya.
Dipastikan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan basket, MSC sebetulnya masih butuh tambahan fasilitas. Beberapa fasilitas yang harus dipunyai venue basket MSC antara lain, peredam suara, pendingin ruangan dan lantai kayu sebagai syarat pertandingan selevel PON. (Burhan)