Momentum 1 Mei 1963, FSPM-PRP Unjuk Rasa di Makassar
Forum Solidaritas Pelajar Mahasiswa-Mahasiswi Peduli Rakyat Papua FSPM-PRP Makassar. Foto : FSPM-PRP For Papua
Forum Solidaritas Pelajar Mahasiswa-Mahasiswi Peduli Rakyat Papua FSPM-PRP Makassar. Foto : FSPM-PRP For Papua

Papua60detik - Forum Solidaritas Pelajar Mahasiswa-Mahasiswi Peduli Rakyat Papua FSPM-PRP Makassar mengelar aksi unjuk rasa dalam rangka peringati momentum 1 Mei 1963 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2026). 

Untuk diketahui 1 Mei dimaknai berbeda di Papua. Pemerintah Indonesia memaknainya sebagai kembalinya Papua ke NKRI. Sebagian warga Papua memaknainya sebagai hari aneksasi Indonesia atas Papua

Wakil Koordinator lapangan Susana menjelaskan, peristiwa 1 Mei 1963 tidak pernah mendapatkan persetujuan bebas dari rakyat Papua, sehingga dalam perspektif hukum internasional, status tersebut tetap menjadi persoalan.

Kata Susana, dalam prinsip hukum internasional, setiap proses penentuan status politik suatu wilayah harus didasarkan pada persetujuan rakyat secara bebas, proses demokratis, dan pengawasan internasional yang independen, yang dalam kasus Papua Barat tidak terpenuhi. 

FSPM-PRP menuntut pengusutan secara tuntas seluruh kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua dan seluruh Indonesia, pembebasan seluruh tahanan politik Papua dan Indonesia, tutup PT Freeport, BP LNG Tangguh, penghentian proyek strategis nasional dan beberapa tuntutan lainnya. (Elia Douw)