Musrenbang Distrik Mimika Baru Himpun 280 Usulan Program
Musrembang tingkat distrik oleh Distrik Mimika Baru, foto: Martha/Papua60detik
Musrembang tingkat distrik oleh Distrik Mimika Baru, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik- Distrik Mimika Baru kumpulkan 280 usulan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)  tingkat distrik yang berasal dari 11 kelurahan dan 3 kampung, Kamis (05/03/2026). 

Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay mengatakan usulan masyarakat yang berhasil dihimpun ini akan dibahas dan diverifikasi sebelum dibawa ke Musrenbang Kabupaten Mimika. Usulan yang disampaikan juga sudah melalui proses diskusi dan verifikasi agar benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di lapangan. 

Dari ratusan usulan tersebut, ada beberapa program yang dinilai menjadi prioritas utama berdasarkan kebutuhan masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur kantor kelurahan yang dinilai belum memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Masih ada beberapa kantor kelurahan yang kondisinya belum memadai untuk melayani masyarakat. Karena itu kami sudah menyurati Kepala Dinas PUPR agar hal ini bisa menjadi perhatian dalam program pembangunan," tambahnya. 

Selain itu, persoalan drainase dan pendangkalan kali juga menjadi perhatian serius pemerintah distrik. Kondisi tersebut sering memicu terjadinya genangan air hingga banjir di sejumlah wilayah di Kota Timika. Menurutnya, pengerukan kaki juga sangat penting untuk menghindari genangan air ketika musim hujan. 

Tidak hanya infrastruktur, persoalan perumahan masyarakat juga menjadi sorotan dalam Musrenbang tersebut. Di sejumlah kelurahan dan kampung masih terdapat rumah warga yang sudah tidak layak huni.

"Kami meminta perhatian dari Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan karena masih ada masyarakat yang tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni," ucapnya. 

Di sektor kesehatan, pemerintah distrik juga menemukan tingginya kasus malaria di beberapa wilayah setelah melakukan pemantauan langsung ke fasilitas kesehatan yang ada di Mimika Baru. Joel menyebut, pihaknya turun langsung memantau ke puskesmas-puskesmas dan masih banyak ditemukan kasus malaria. 

"Saya berharap, ada kolaborasi antara dinas terkait untuk bersama-sama mengatasi persoalan kesehatan masyarakat ini. Jadi, aspirasi masyarakat sudah kami tampung dan akan kami verifikasi untuk disampaikan bawa dalam Musrenbang Kabupaten," pungkasnya. (Martha)